Angkasa Pura 2

Inka Belum Produksi Kereta Untuk Bandara Soekarno – Hatta

EmplasemenKamis, 26 November 2015
20151126_084133

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang senilai Rp700 miliar masih tersendat pembangunannya akibat belum beresnya masalah pembebasan lahan. Tanpa pembebasan seluruh lahan yang diperlukan, PT Industri Kereta Api (Inka) belum dapat memproduksi kereta yang dibutuhkan.

Spesialis Pengembangan Bisnis Inka Heru Sulistyo mengungkapkan, Inka sudah setahun yang lalu meneken kontrak pengadaan kereta yang dibutuhkan untuk proyek kereta bandara Soekarno-Hatta dengan PT Railink selaku operator.

“Setahun yang kemarin sign kontrak, tapi masih ada masalah pembebasan lahan,” kata Heru dalam Seminar Nasional Industri Penunjang Perkeretaapian di Jakarta, Rabu (25/11).

Menurut Heru rancangan desain kereta bandara Soekarno-Hatta telah selesai dikerjakan perusahaannya. Namun akibat belum selesai dibangunnya pelintasan kereta, Inka memutuskan untuk tidak memproduksi kereta tersebut lebih dahulu.

“Efektif kontraknya sesuai dengan penyelesaian lahan, tetapi desain kami sudah menyelesaikan. Jadi nanti kalau lahannya sudah efektif, maka langsung bisa produksi,” lanjutnya.

Optimalkan Ekspor

Guna menyiasati lesunya permintaan kereta dan gerbong di dalam negeri, INKA menurut Heru tengah mengoptimalkan penjualan ekspor sekitar 30 persen produksinya. INKA menurutnya telah sukses mengekspor kereta ke Bangladesh, dan sedang dalam tahap penjajakan kereta pesanan perusahaan kereta api asal Myanmar.

Ia menuturkan, calon pembeli dari Myanmar berminat untuk memesan lokomotif, kereta barang, dan juga kereta penumpang.

“Kalau nanti program-program pemerintah terkait optimalisasi jalur kereta baru di Indonesia berjalan, kami akan setop ekspor dan fokus ke dalam negeri saja,” paparnya.

Dari begitu banyak proyek yang dikerjakan, Heru memastikan INKA telah memanfaatkan industri-industri komponen lain dalam membantu menyelesaikan produksinya.

“Besarnya pesanan menjadi tolok ukur kemampuan produksi. Kalau proyeknya besar, kami akan coba lempar ke pemasok. Misalnya rangka dinding dikerjakan oleh pemasok A, rangka ujungnya di pemasok B, nanti di ansamblenya di INKA,” ujarnya.

Heru menuturkan, saat ini INKA tengah mengerjakan proyek kereta api K1 dan gerbong barang pesanan PT Kereta Api Indonesia (Persero), juga menunggu pembebasan lahan untuk mengerjakan kereta bandara Soekarno-Hatta dan pesanan kereta dari Bangladesh. (cnn).