Angkasa Pura 2

Hercules & Heli Baru Untuk Pak Presiden

KokpitJumat, 27 November 2015
jokowi-helikopter-kepresidenan_20150615_105527

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna, mengatakan TNI AU akan membeli tiga helikopter untuk “very very important person” (VVIP) seperti yang telah tercantum dalam rencana strategis TNI Angkatan Udara periode 2015-2019.

“Untuk sementara dengan anggaran renstra, kita akan membeli tiga unit helikopter untuk skadron udara VVIP,” kata KSAU di sela-sela acara Silaturahmi dan Makan Bersama Media Massa di Wisma Angkasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut dia, rencana pembelian helikopter AW 101 yang canggih dan modern itu murni merupakan hasil kajian dari Skadron Udara VVIP. Kemudian, dikaji di Mabes TNI.

“Setelah dikaji dengan baik, saya memutuskan untuk membeli helikopter VVIP. Ini merupakan hasil kajian kami,” kata Agus, Selasa (24/11/2015).

Terkait permintaan agar helikopter itu dipasang antipeluru, kata KSAU, akan dilihat lagi anggarannya. Bila mencukupi, bisa saja dipasang antipeluru, antijamming, antirudal, dan lainnya.

“Kalau helikopter presiden AS dipasang segala macam, dengan anggaran bisa mencapai 120 juta dollar AS,” katanya.

Pembelian helikopter VVIP yang diperuntukkan bagi Presiden, Wakil Presiden, pejabat tinggi negara dan tamu negara itu lebih mengutamakan safety (keamanan) dan kenyamanannya.

“Kalau tidak safety, dan nanti terjadi apa-apa, maka saya yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, saya minta agar helikopternya safety,” tutur Agus.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan saat ini pesawat angkut dan helikopter untuk Presiden dan tamu VVIP tergolong tua. Padahal, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan pesawat yang aman untuk menunjang kinerja Presiden.

“Pesawat dan alat angkut untuk Presiden itu harus diberikan yang paling aman. Nanti akan diributkan kembali kalau terjadi apa-apa,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Luhut Panjaitan menuturkan saat ini pesawat jenis Hercules tipe C-130 dan helikopter yang biasa digunakan Presiden sudah berusia lebih dari 30 tahun. Hal tersebut membuat pemerintah berinisiatif mencari pesawat baru agar Presiden dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan Presiden dan Wakil Presiden memerlukan helikopter anti-peluru untuk menunjang mobilitasnya. Helikopter jenis Puma yang digunakan Presiden selama ini dibuat pada 2002 dan sebenarnya tidak diperuntukan untuk VVIP karena tidak anti-peluru.

Helikopter kepresidenan sempat dioperasikan Skuadron 17 VIP TNI AU yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sejak beberapa tahun lalu, organisasi yang memelihara dan mengoperasikan helikopter VIP kepresidenan ini adalah Skudron Udara 45 VIP yang juga berpangkalan di sana.

Sampai saat ini, skuadron udara sayap putar itu mengoperasikan AS-332 Super Puma yang aslinya dibuat di hanggar produksi Aerospatiale, Prancis, dan kemudian diproduksi di PT Dirgantara Indonesia. Helikopter lalu diberi designasi baru, yaitu NAS-332 Super Puma.(santy).