Angkasa Pura 2

Pelabuhan Marunda Berbiaya Rp2,2 Triliun Groundbreaking Bulan Depan

DermagaSabtu, 28 November 2015
Pengunjung_melintas_di_atas_jembatan_di_kawasan_Pantai_Marunda__Cilincing__Jakarta_Utara__Jumat_(1_8)_WISATAWAN_PANTAI_MARUNDA_-_Pengunjung_melintas_di_atas_jembatan_di_kawasan_Pantai_Marunda__Cilincing__Jakarta_Utara

JAKARTA (Beritaatrans.com) – Manajemen PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) menyatakan keinginannya untuk membangunan kembali pelabuhan di sekitar kawasan Marunda, Jakarta Utara. Niatan tersebut sudah pernah disampaikan, namun terkendala masalah teknis di September 2014.

Nantinya, pelabuhan tersebut akan melayani Short Sea Shipping (SSS) mengangkut barang-barang rute pulang-pergi Jakarta-Surabaya-Jakarta dan Jakarta-Semarang-Jakarta.

Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), M Sattar Taba mengatakan, kendala teknis pembangunan di 2014 diharapkan sudah rampung akhir tahun ini. Sehingga, diharapkan segera groundbreaking akhir 2015.

“Sejak 2014 pembangunan, tapi ada masalah teknis, tapi mudah-mudahan Desember bisa selesai dan groundbreaking,” ujarnya di atas kapal Quicksilver Cruise menuju Kepulauan Seribu, Sabtu (28/11/2015).

Dia mengungkapkan, pembangunan pelabuhan yang memakan dana sekira Rp2,2 triliun ini diperkirakan membutuhkan waktu pembangunan kurang lebih satu tahun setengah. Bila tak ada aral melintang, pembangunan pelabuhan akan rampung pada 2017 mendatang.

“Di 2017 mudah-mudahan beroperasi,” jelasnya.

Menurut Sattar, pelabuhan Marunda ini dibangun karena semata-mata ingin menciptakan suatu alternatif bagi pengusaha. Mengingat pelabuhan Tanjung Priok kini sudah overload atau tak mampu lagi menampung kegiatan bongkar muat barang.

Dia berharap, nantinya pembangunan pelabuhan tak hanya berhenti sampai di Marunda saja, namun juga mampu dibangun di daerah lainnya yang ada di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat.

“Satu-satunya pelabuhan Tanjung Priok, ini (Marunda) kedua, setelah itu Jawa Barat dan lain sebagainya,” pungkasnya. (okz).

loading...