Angkasa Pura 2

Taruna API Angkatan I Berkunjung Ke Kereta Api Bandara Medan

EmplasemenMinggu, 29 November 2015
EkaRedja

MEDAN (BeritaTrans.com) – Taruna Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) berkunjung ke PT. Raillink Medan, Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka kunjungan lapangan untuk melihat kereta api bandara yang saat ini menjadi satu-satunya di Indonesia.

Kunjungan taruna API Madiun berlangsung , Rabu (25/11/2015) pukul 10.00 WIB-15.00 WIB. Mereka langsung diterima dan dibimbing Manager Teknik Sarana dan Operasi PT. Raillink Medan, Edy Saputra. Taruna API diperkenalkan dengans eluruh staf dan pimpinan, sebelum akhirnya diajak meninjau seluruh fasilitas dan insfrastruktur PT Railink Medan itu.

PT. Raillink sendiri adalah anak perusahaan dari PT. Kereta Api Indoensia (KAI) dan {PT Angkasa Pura (AP) II yang mengoperasikan Kereta Bandara Kuala Namu. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2013 hingga sekarang telah beroperasi selama hampir tiga tahun.

Dalam sehari KA Bandara Kuala Namu melayani 40 perjalanan kereta api, 20 perjalanan Kualanamu-Medan dan 20 perjalanan Medan-Kualanamu yang ditempuh selama 30 menit. Sebagai perbandingan, perjalanan dari Kota Medan ke Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, berjarak sekitar 40 km.

Jika ditempuh dengan kendaraan sendiri atau naik taksi bisa mencapai sekitar 1 jam. Jika arus lalu lintas padat atau macet bisa lebih lama lagi untuk sampai ke bandara terbesar di Provinsi Sumatera Utara itu. Seperti diketahui, kamecatan lalu lintas di Kota Medan dan sekitarnya tak jauh berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakrta, Surabaya dan lainnya.

Banyak ilmu yang didapat oleh taruna API Madiun mulai dari spesifikasi sarana, pemeliharaan sarana, management stasiun, dan eletrical stasiun. Sementara, taruna API yang berkunjung ke Railink Medan berasal dari prodi Teknik Mekanika Perkeretaapian dan Teknik Bangun dan Jalur Perkeretaapian.

Para taruna diajak mengunjungi Stasiun Besar Kota Madan dan Dipo KRDE PT. Raillink Medan agar dapat melihat secara langsung pemeliharaan KRDE disana. KRDE yang digunakan oleh PT Raillink Medan adalah Woojin buatan Korea.

Pemprov Papua Ingin Kirim Taruna Ke API

Tak hanya taruna API yang berkunjung ke PT. Raillink Medan hari itu, Pemerintah Provinsi Papua juga sedang melakukan study banding untuk membangun Kereta Bandara di Papua. Turut hadir dalam kunjungan ke Railink Medan Asisten II Pemprov Papua, Kepala Pembangunan Percepatan Provinsi Papua, Kepala Bidang Perizinan dan Investasi Papua dan beberapa ahli perkeretaapian dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Direktur utama PT. Raillink Medan Heru Kuswanto dalam sambutannya mengatakan, bahwa Provinsi Papua akan segera membangun Kereta Api Bandara seperti yang ada di Medan dan sangat membutuhkan SDM ahli perkeretaapian seperti taruna API Madiun.

Pemprov Papua juga ingin mengirimkan putra daerahnya ke Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun untuk dididik menjadi SDM perkeretaapian yang nantinya akan membangun dan mengoperasikan KA di Tanah Papua.

Taruna API Madiun sangat antusias mendengar kabar gembira itu. Walaupun lelah perjalanan Madiun-Medan yang memakan waktu lama namun taruna API semakin termotivasi untuk belajar demi membangun perkeretaapian indonesia yang baik dan lebih maju kedepannya. (ekaredj-api/hel)