Angkasa Pura 2

YLKI: Tolak Adjusment Tarif Listrik Mulai 1 Desember 2015

EnergiSenin, 30 November 2015
Tulus YLKI

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah bersama PT.PLN telah menetapkan kembali tarif adjusmen (tarif otomatis) listrik, yang akan diberlakuka per 1 Desember 2015.

Sepintas formulasi tarif ini bagus, padahal endingnya formulasi tarif semacam ini sangat memberatkan masyarakat. “Oleh karena itu, tarif adjusmen listrik harus ditolak,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Menurut dia, tarif listrik itu melanggar konstitusi, karena menyerahkan tarif listrik pada mekanisme pasar, tanpa campur tangan negara.

“Padahal listrik merupakan essensial services (jasa kebutuhan dasar), yang harus diintervensi negara, pemerintah,” kata Tulus lagi.

Selanjutnya, persoalan yang membelit masalah tarif listrik adalah masalah pasokan energi primer yang merupakan kesalahan pemerintah.

“Lantas mengapa hal itu ditimpakan pada masyarakat untuk menanggungnya dengan wujud tarifcadjusmen,” tanya Tulus diplomatis.

Pemberlakuan kenaikan tarif pada Bulan Desember, menurut YLKI, tidak tepat momen, karena daya beli masih rendah. Kenaikan ini akan memukul daya beli masyarakat.

Besaran tarif adjusmen siapa yang mengaudit? “BPK seharusnya secara reguler mengaudit adjusment, sehingga formulasi tarifnyq transparan dan akuntabel,” tegas Tulus.(helmi)