Angkasa Pura 2

2030, Indonesia Butuh Ribuan SDM Profesional Bidang Perkeretaapian

Emplasemen SDMSelasa, 1 Desember 2015
djoko unika SMG

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang perkeretaapian, baik sebagai regulator dan operator kereta api (KA) di Tanah Air. Kebutuhan SDM itu sejalan dengan pembangunan jaringan KA baik di Jawa, Sumatera, Sulawesi serta Kalimantan dan daerah lainnya di Indonesia.

“Menurut Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2010-2030, hingga tahun 2030 diperlukan cukup banyak SDM regulator dan SDM operator. Mereka itulah yang harus segera disiakan sejak sekarang, baik di sekolah-sekolah transportasi atau perguruan tinggi umum saat ini,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Djoko menambahkan, untuk SDM Operator membutuhkan 101.440 orang yang terdiri dari manajerial/ administrasi 3.320 orang, pemeriksa/ perawat sarana/ awak sarana 50.930 orang, pemeriksa/ perawat/ petugas operasi prasarana 47.190 orang.

“Jangan sampai tenaga seperti ini diisi dari negara asing, karena Indonesia tidak siap. Seperti diketahui, Indonesia mulai 1 Januari 2016 akan segera memasuki era pasar bebas ASEAN atau MEA. Saat itu, tak bisa lagi menahan atau melarang masuknya tenaga kerja asing ke Tanah Air,” tukas Djoko yang juga pakar transportasi MTI Jawa Tengah itu.

Taruna API

API Dan STTD

Seperti diketahui, saat ini sangat minim perguruauan tinggi yang khusus mendidik SDM perkeretaapain yaitu Akademi Perkeretaaaian Indonesia (API) Madiun. Selain itu, ada pula program D-IV Perkeretaapian di STTD Bekasi.

Padahal, kebutuhan SDM profesional di bidang perkeretaapian di Indonesia sangat tinggi. API Madiun saat ini sudah menandatangani kerja sama dengan PT MRT Jakarta. BUMD Jakarta itu butuh 600 SDM bidang perkeretaapian. Sementara, API Madiun tahun 2017 nanti baru bisa meluluskan 120 orang.

“Seluruh taruna API Madiun angkatan pertama sebanyak 120 orang akan langsung direkrut PT MRT Jakarta. Jika tidak, maka akan diambil perusahaan lain yang akan menjadi operator KA di berbagai daerah di Tanah Air,” kata Direktur API Catur Wicaksono, ATD, MT kepada BeritaTrans.com, di Jakarta, kemarin.

Sementara, menurut Djoko Setijowarno, perguruan tinggi umum seperti ITB Bandung atau ITS Surabaya, belum ada jurusan khusus mengenai perkeretaapian. “Mata kuliah perkeretaapian hanya diberikan dua SKS setiap smester. Jumlah tu sangat kurang dan belum mampu menyiapkan SDM profesional di bidang perkeretaapian di Tanah Air,” kilah Djoko.

Menurutnya, peran serta Kemenristek dan Dikti dan PT se-Indonesia sangat diperlukan untuk menyiapkan SDM Perkeretaapian yang handal agar dapat mengoperasikan KA di beberapa pulau yang sudah mulai dibangun sekarang.

“Pada tahun 2014, jumlah SDM Operator (PT KAI) sebanyak 26.928 orang. Sementara, SDM Regulator (Ditjen. Perkeretaapian, Kemenhub) sebanyak 597 orang,” tegas Djoko. (helmi)