Angkasa Pura 2

INSA Apresiasi Kemenhub Perbarui Kapal Navigasi & Patroli KPLP

DermagaKamis, 3 Desember 2015
20151203_231413

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengadaan kapal navigasi serta  armada patroli Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) oleh Kementerian Perhubungan diapresiasi oleh Asosiasi Pemilik Kapal Niaga Indonesia (INSA). Kapal – kapal tersebut dinilai amat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan pelayaran.

“Pengadaan kapal navigasi dan KPLP itu teramat berkaitan dengan kepentingan kami selaku operator kapal,” cetus Ketua Umum INSA Johnson W Sutjipto ketika ditanya BeritaTrans.com dan tabloid BeritaTrans berkaitan dengan semangatnya Kemenhub memperbarui dan menambah armada navigasi dan kapal patroli KPLP, Kamis (3/12/2015).

Johnson mengemukakan pembaruan dan pengadaan kapal – kapal itu menjadi penguat terhadap upaya pemerintah yang secara konsisten memberikan jaminan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Operator pelayaran, dia mengemukakan semakin mendapatkan semangat untuk melayari rute – rute di seluruh perairan Indonesia karena adanya upaya mulia Kemenhub untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Dia mencontohkan kapal navigasi, yang antara lain berperan vital memasang, mengawasi, dan merawat rambu dan pelampung suar.  ”Rambu dan pelampung suar itu menjadi patokan bagi kapal dalam mengarungi rute pelayaran. Begitu juga peran dari menara suar,” ungkap Johnson.

Demikian halnya kapal patroli KPLP, yang nantinya juga digunakan oleh kantor syahbandar, dalam memberikan pelayanan keselamatan dan keamanan pelayaran. “Tugas dan fungsinya amat strategis dalam.pelayanan tersebut kepada kapal – kapal yang beroperasi mengangkut barang atau penumpang,” tuturnya.

Saat terjadi bencana atau musibah, Johnson mengemukakan kapal – kapal negara yang dioperasikan oleh Kemenhub juga memainkan peran besar dalam operasi SAR, termasuk di dalamnya pengiriman tim SAR dan logistik.

Contoh paling anyar adalah operasi SAR terhadap ratusan penumpang kapal Wihan, yang tenggelam di kolam Termnal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak. “Dengan keterampilan dan ketangguhan dahsyat, tim SAR dari kapal Kemenhub dibantu kapal milik instansi lain, membuahkan prestasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat diselamatkan. Tak ada korban meninggal dunia,” tuturnya.

Begitu juga ketika terjadi musibah jatuhnya pesawat AirAsia, komisaris PT Wintermar Offshore Marine Tbk itu mengungkapkan kapal-kapal Kemenhub berperan besar dalam operasi pencarian korban dan reruntuhan pesawat.

“Selain itu, kita mesti ingat saat bencana tsunami Aceh tahun 2004 silam. Kapal navigasi milik Kememhub, yang menjadi kapal pertama masuk ke Pulau Nias. Prestasi ini dan deretan prestasi lainnya tercatat dalam sejarah,” ujarnya. (hel/awe).