Angkasa Pura 2

Bandara Internasional Jawa Barat Bisa Layani 800 Pergerakan Pesawat Per Hari

Bandara KoridorJumat, 4 Desember 2015
rencana_bandara_kertajati

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menyatakan dukungannya pada pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kerajati, Majalengka.

“Bandara Kertajati diharapkan menjadi solusi permasalahan karena daya tampung meningkat,” kata Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono di Bandung, Kamis, 3 Desember 2015.

Wisnu mengatakan, Bandara Kertajati diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas pesawat di antara Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini landas pacu Bandara Soekarno Hatta misalnya sudah melayani 72 pergerakan persawat per jam sehingga sehari bisa dilewati 1.100 sampia 1.200 pesawat, belum menghitung lalu lintas pesawat di Bandara Halim Perdanakusumah dan Husein Sastranegara di Bandung berskira 300 pesawat sampai 400 pesawat per hari.

Menurut Wisnu, seperti dikutip tempo.co lalu-lintas pesawat di Indonesia akan makin padat seiring dengan pertumbuhan perkonomian Indonesia. Setahunnya, pertumbuhan lalu-lintas penerbangan berkisar 8 persen sampai 10 persen “Hari ini banyak pesawat dari luar-negeri meminta slot ke Indonesia dibuka,” kata dia.

Wisnu mengatakan, Bandara Kertajati menjadi alternatif tambahan bagi lalu-lintas naik turunnya pesawat. Taksiranya, dengan beroperasi satu landaspacu di Kertajati bisa melayani hingga 800 pergerakan pesawat. “Kita bisa bandingkan Sukarno-Hatta saja 1.100 pesawat per hari, Bandara Kertajati kira-kria 70 persennya,” kata dia.

Menurut Wisnu, lembaganya sudah menyiapkan rencana memasang peralatan navigasi dan komunikasi untuk melayani lalu-lintas penerbangan pesawat di Bandara Kertajati. Tapi rencana itu masih menunggu kepastian pengembangan panjang landas pacu bandara tersebut.

Wisnu mencontohkan, pemasangan ILS atau piranti membantu pesawat untuk naik-turun misalnya. “Kalau runway mau diperpanjang lagi prosedurnya peralatan itu harus dibaongkar lagi. Ini akan bermasalah,” kata dia. “Kita juga belum bahas ruang udaranya. In baru di tanahnya dulu.”

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis PT BIJB Yon Sugiono Kahfi mengatakan, pembahasan rencana pemasangan peralatan pengawasan navigasi sudah mulai dibahas bersama AirNav Indonesia. “Kami sudah beberapa kali rapat,” kata dia di Bandung, Kamis, 3 Desember 2015.

Yon mengatakan, rapat tersebut salah satunya membahas soal pihak yang akan membangun tower untuk menyimpan peralatan navigasi bandara tersebut, AirNav Indonesia atau BIBJ. Soal ini akan dimintakan kepastiannya pada Kementerian Perhubungan. “Apakah AirNav atau BIBJ yang bangun,” kata dia. 

Menurut Yon, pemerintah sudah membangun landas pacu di bandara Kertajati sepanjang 2.500 meter. Pemerintah akan memperpanjang lagi 500 meter sehingga saat bandara beroperasi pada 2017 nanti panjangnya menjadi 3 ribu meter. “Nanti tahun 2019 akan diperpanjang lagi 500 meter menjadi 3.500 meter,” kata dia. 

Yon mengatakan, masterplan bandara di Kertajati memiliki dua landaspacu masing-masing panjangnya 3.500 merter. “Tapi lahan yang disiapkan itu untuk 4 ribu meter, kalau satu saat menuntut diperpanjang. Lahan sudah tersedia,” kata dia. 

PT BIBJ bulan ini sudah akan memulai pengerjaan sisi darat bandara di Kertajati. Yon mengatakan, pengerjaan sisi darat dibagi tiga kelompok pengerjaan. Pertama infrastruktur seperti jalan dan flyuover, lalu bangunan terminal, dan terkhir bangunan penunjang.

“Diharapkan semaunya selesai pada bulan Oktober 2017, namun demikian kami upayakan pertengahan 2017 sudah beroperasi walaupun bandara ini belum selesai,” kata dia. 

Proyek pembangunan sisis darat Bandara di Kertajati itu dalam tiga paket pengerjaan. Paket Satu Rp 355 miliar untuk aksesibilitas bandara dimenangkan PT Adikarya, Paket Tiga Rp 416 miliar untuk bangunan penunjang dimenangkan PT Waskita Karya. Paket Dua yang terakhir beres proses lelangnya yakni untuk bangunan terminal sudah selesai. “Sudah ada, pemenangnya itu KSO antara PT Wika dan PP,” kata Yon. 

Yon mengatakan, nilai proyek pengerjaan Paket Dua menembus Rp 1 triliun. “Persisinya saya lupa,”kata dia. Pengerjaan pembangunan bangunan terminal dijadwalkan digarap bulan Desember ini. “Kami rencanakan Oktober 2017 selesai.” 

Yon mengklaim, bandara Kertajati bisa menjadi percontohkan pengembangan bandara yang terintegrasi dengan tata ruang kawasannya. “Membuat bandara itu harus terintegrasi antara perencanaan bandara, wilayah, bisnis, dan aksesibilitas. Saya lihat tempat lain akan menemukan kesulitan karena antara bandara dan kawsan itu hal yang berbeda,” kata dia. (lia).