Angkasa Pura 2

Pembangunan KA Cepat Jakarta – Bandung Senilai Rp72 Triliun Dimulai Pertengahan Desember 2015

EmplasemenJumat, 4 Desember 2015
Pengunjung mengamati miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat Dari Tiongkok di Jakarta

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan soft launching pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada pertengahan Desember 2015.

Komisaris PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia Sahala Lumban Gaol memastikan, seremoni pembangunan proyek ini berlangsung di Kawasan Walini, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

“Soft launching oleh Presiden di Walini pada Desember ini,” ujar Sahala, kemarin.

Sahala mengatakan, pihaknya sengaja memiliki Walini karena akan menjadi stasiun terbesar dari proyek ini. Bahkan, Tim Steneg dan utusan khusus Menteri BUMN sudah meninjau ke Walini.

Direktur PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, rute kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 150 kilometer dan kereta punya kecepatan maksimum 250 Km/jam. Sehingga jarak tempuh Jakarta-Bandung yang semula ditempuh dua hingga tiga jam melalui jalur darat akan menjadi sekitar 30 menit.

“Kereta cepat ini diharapkan mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas penduduk,” katanya.

Hanggoro mengatakan, pembangunan kereta Cepat Jakarta-Bandung memakan biaya sekitar 5,5 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp72 triliun. Jabar menjadi pionir dari proyek transportasi massal ini.

“Ini episode baru transportasi di Indonesia,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai, koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh Kepala Daerah yang wilayahnya akan dilalui Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Hal ini bentuk respon cepat rencana pembangunan Kereta Cepat yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2019 tersebut.

Adapun daerah yang dilalui kereta buatan Cina ini, antara lain Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat serta Kota dan Kabupaten Bandung. (rol).