Angkasa Pura 2

Penyidikan Perkara Tabrakan Metromini & KRL Dihentikan Karena Sopir Kehilangan Nyawa

Emplasemen KoridorSenin, 7 Desember 2015
Metromini Tabrak KRL

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penyidikan kasus kecelakaan Metromini B80 Jurusan Kalideres-Jembatan Lima, dengan Kereta Rel Listrik (KRL) dihentikan, karena sang sopir atas nama Asmadi (34) telah meninggal dunia.

Kendati demikian, polisi bakal tetap menyelesaikan pemberkasan secara utuh sehingga dapat digunakan sebagai masukan dalam evaluasi keamanan transportasi dan angkutan di jalan.

“Apabila tersangka meninggal dunia, maka kami hentikan. Tapi berkasnya jadi dulu,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

Dikatakan Iqbal, proses pemberkasan akan diselesaikan secara utuh dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Kami tetap melakukan pemberkasan secara utuh. Semua saksi-saksi dari kemarin sampai sekarang terus dirampungkan, walaupun pengemudi berinisial AS sudah meninggal dunia. Petugas palang pintu, saksi, masinis akan diperiksa,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, berkas dirampungkan agar Polda Metro Jaya dapat memberikan masukan tentang perbaikan sistem transportasi di Jakarta.

“Seperti, rekuitmen pengemudi yang ada. Tidak hanya metromini dan kopaja yang sering kecelakaan akibat kesalahan pengemudi yang ugal-ugalan, tapi semuanya,” katanya.

Selain itu, tambahnya, juga memberikan masukan kepada PT KAI agar palang pintunya diperkuat dan dapat menutup semua atau tidak ada celah.

“Jadi jangankan mobil, motor, manusia pun tidak bisa lewat. Sehingga betul-betul safety,” katanya.

Menurutnya, pengapusan kopaja dan metromini merupakan domain Dinas Perhubungan DKI Jakarta. “Polisi hanya bisa dan akan berikan masukan,” tandasnya. (anky).