Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla-IMO Gelar Workshop Perlindungan Kawasan Pantai

DermagaSelasa, 8 Desember 2015
IMG_20151208_083206_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) menggelar workshop perlindungan kawasan pantai yang rawan terhadap dampak negatif yang diakibatkan oleh aktifitas pelayaran atau Particularly Sensitive Sea Areas (PSSA) di Lombok, 7-8 Desember 2015.

Keterangan tertulis dari Ditjen Hubla yang diterima beritatrans.com dan Tabloid BeritaTrans di Jakarta, (8/12/2015), menyebutkan bahwa PSSA merupakan suatu mekanisme yang dapat digunakan oleh Negara Pantai untuk melindungi kawasan lautnya akibat dari aktivitas pelayaran internasional dan memenuhi tiga kriteria yaitu kriteria ekologis, kriteria sosial, budaya dan ekonomi, serta kriteria pendidikan dan ilmu pengetahuan.
 
Workshop PSSA merupakan sebuah bentuk kerjasama antara Indonesia dengan IMO dalam kerangka IMO-Norad Framework Cooperation Programme to Promote PSSA concept in ASEAN Sub-region. Selain Indonesia, beberapa negara ASEAN lainnya yang menerima bantuan dari IMO-Norad, yaitu, Malaysia, Filipina dan Vietnam.
 
Workshop tingkat nasional tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Kasubdit. Patroli dan Pengamanan Kapal, Direktorat KPLP Capt. Tedy Mayandi, mewakili Dirjen Hubla Capt. Bobby R. Mamahit.

Dalam sambutannya Capt. Teddy menyampaikan bahwa PSSA merupakan sebuah mekanisme yang dapat digunakan oleh Negara Pantai untuk melindungi kawasan laut dari dampak negatif yang diakibatkan oleh aktivitas pelayaran internasional.
 
Hadir pada workshop tersebut narasumber dan experts dari IMO-Norad Project adalah Mr. Edward Kleverlaan, Head of Office for London Convention/Protocol and Ocean Affairs, Marine Environment Division of IMO, dan Mr. Paul Nelson, Lead Maritime Environmental Consultant to IMO.
 
Selain para narasumber dan experts dari IMO, beberapa maritime expert dan narasumber nasional juga hadir pada workshop tersebut, yaitu: Prof. Dr. Hasyim Djalal, Dr. Tjuk Sukardiman, Dr. Andri Wahyono, Asdep  Sumber Daya Hayati Kemenko Maritim, Letkol Saroso, dari DISHIDROS, TNI-AL, dan Ir. Soedirman dari Perhubungan Laut.
 
Sedangkan perwakilan dari instansi-instansi pemerintah yang hadir pada worksho adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL, Unit Kerja Kantor Pusat Ditjen Hubla, KSOP Lembar dan Kantor UPP Kelas III Lombok, Benete dan Pemenang/Panjang, serta Universitas Mataram. (aliy)

loading...