Angkasa Pura 2

Kemenkeu: 2016 Pembangunan Infrastruktur Mencpai Rp300 Triliun Lebih

Bandara Dermaga KoridorSelasa, 8 Desember 2015
Askolani Kemenkeu

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 diproyeksi sebesar 5,3% (tahun 2015 sebesar 5,7%). Pemerintah berencana melakukan reformasi fiskal agar tepat sasaran berupa perbaikan kualitas belanja yaitu pengalihan subsidi energi atau bahan bakar minyak (BBM) menjadi pembangunan infrastruktur. Subsidi akan diberikan secara secara selektif dan diberikan kepada pihak yang membutuhkan. Uang negara dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dasar baik di bidang transportasi, pertanian, perindustrian dan lainnya.

“Pada tahun 2014 yang lalu, subsidi energi mencapai lebih dari Rp350 triliun dan pembangunan infrastruktur kurang dari Rp150 triliun. Sesuai rencananya, di tahun 2016 subsidi energi diberikan kurang dari Rp150 triliun dan pembangunan infrastruktur mencapai lebih dari Rp300 triliun,” kata Askolani, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam Raker Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tahun 2015 di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, pada tahun 2015, pemerintah mengeluarkan enam paket kebijakan ekonomi untuk mendorong peningkatan kinerja dunia usaha dimana fokus utama pemerintah ke depan yaitu untuk memperkuat perekonomian domestik dengan menjaga daya beli, mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan tersebut untuk meningkatkan daya saing dalam negeri dalam hal ini Kementerian Perhubungan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur bersama kementerian teknis lain seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan PR,” kata Askolasi dalam sesi diskusi yang dipandu Agus Santoso, Direktur Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub itu.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global dinilai melambat karena beberapa faktor yaitu permintaan masyarakat yang melambat, ekspor barang ke Cina, Amerika, dan Eropa yang bergerak melambat, dan dampak turunnya harga komoditi seperti karet, sawit, dan minyak bumi. Dampak pertumbuhan ekonomi global ini hampir dialami seluruh negara.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia juga ikut terkena dampak keadaan ekonomi global namun berada pada jalur yang stabil. Indonesia Credit Rating dinilai tetap stabil sementara sebagian besar ekonomi ngara berkembang mengalami penurunan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal 2 tahun 2015 menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu sebesar 4,67%.

“Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun 2015 yaitu pengeluaran pemerintah, proyek infrastruktur, konsumsi yang stabil, impor tetap tumbuh, dan ekspor yang diperkirakan akan tumbuh moderat. Sektor konsumsi rumah tangga dan Pulau Jawa merupakan kontribusi utama pertumbuhan daerah sebesar 63%,” tegas Askolani.(helmi)