Angkasa Pura 2

PLN Gunakan Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas

Dermaga EnergiSelasa, 8 Desember 2015
fft99_mf6227464.Jpeg

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir, hari ini akan meresmikan pengoperasian pembangkit listrik di atas kapal (Marine Vessel Power Plant/MVPP) di Pelabuhan PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Acara tersebut digelar setelah Presiden Jokowi memimpin rapat paripurna Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan Bogor,Jawa Barat.

Sebelumnya, Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir menyatakan, konsep pembangkit listrik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dia menyatakan, KTI diprioritaskan sebagai lokasi pengoperasian MVPP akibat minimnya ketersediaan pasokan listrik di wilayah itu.

Sejumlah lokasi yang akan difasilitasi kapal pembangkit listrik ini antara lain, Atambua (Nusa Tenggara Timur), Amurang (Sulawesi Utara), dan Medan (Sumatera Utara).

Kapal pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Karadeniz Powership Zeynep tiba di Tanah Air ini sebagai solusi untuk mengatasi defisit listrik yang dialami beberapa daerah di Indonesia.

Berdasarkan kontrak yang diteken Karadeniz dan PT PLN (Persero), perjanjian kerjasama pada Agustus 2015, armada tersebutakan menjadi kapal pembangkit listrik pertama yang pernah dioperasikan Indonesia, dimulai dari Amurang (Manado).

“Kami hadir sebagai jembatan sampai pembangkit listrik didaerah yang kami salurkan listriknya siap,” ujarnya di Jakarta, Senin (7/12).

Menurutnya, proyek kapal pembangkit listrik atau powership dari Turki merupakan solusi yang paling ekonomis bagi masalah pasokan listrik Indonesia, sekaligus menjadi investasi asing langsung yang akan menciptakan lapangan kerja.

“Kami bawa 60 tenaga ahli di kapal ini. Tapi, nanti saat operasional kami butuh tenaga kerja lokal. Perbandingan 1:1,” ujarnya seperti dikutip beritasatu.

Zeynep menambahkan, pembangkit listrik ini sifatnya efisien. Pasalnya, tidak hanya menggunakan minyak bakar, namun bisa dikonversi untuk mengkonsumsi gas. “Kapal-kapal listrik yang akan diterima Indonesia merupakan powership dengan efisien bahan bakar tertinggi, serta biaya bahan bakar terendah,” tambah dia.

Diakuinya, proyek powership ini merupakan investasi asing langsung terbesar dalam sejarah bagi perusahaan Turki di Indonesia. (fia).

loading...