Angkasa Pura 2

Dua Putra Utama Programkan Tambah 35 Kapal

Dermaga Kelautan & PerikananRabu, 9 Desember 2015
IMG_20151209_071347

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) bakal menambah kapal tangkap sebanyak 35 unit hingga 2018 dengan menyiapkan dana Rp13 miliar/unit.

Direktur Keuangan Dua Putra Utama Makmur Indra Afriadi menyampaikan, khusus tahun depan, perusahaan akan menambah 25 kapal.

“Dari dana IPO sebesar Rp130 miliar digunakan untuk membeli 10 kapal berkapasitas 200-300 gross ton (GT),” ujarnya sepert dikutip Sindo, Selasa (8/12/2015).

Sementara, sisa 15 kapal lainnya akan dibeli dengan menggunakan pinjaman perbankan dari Bank Muamalat dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

“Dari Bank Muamalat dan BNI untuk membeli kapal sampai dengan 2018, kapal kita akan tambah 35. Saat ini kapal kita baru lima unit,” kata Indra.

Di sisi lain, perusahaan juga akan membangun cold storage sebesar Rp200 miliar guna menambah kapasitas hingga 10 ribu ton yang akan selesai akhir 2017 dan beroperasi 2018.

Adapun perusahaan memproyeksikan penjualan Rp1,1 triliun pada tahun depan dan laba bersih meningkat 12% dari target tahun ini yang sebesar Rp80 miliar.

“Proyeksi kita tahun depan, konservatif penjualan di atas Rp1,1 triliun jika tidak ada halangan, semua fasilitas penunjang selesai tepat waktu,” pungkasnya.

PASAR EROPA
Perusahaan ini mengincar ekspor ke negara di Eropa pada 2016 dengan proyeksi sebesar 5% secara keseluruhan.

Direktur Utama Dua Putra Utama Witiarso Utomo menyampaikan, proses ekspor ke benua biru ini masih terkendali perizinan yang memakan waktu.

“Negara Eropa lihat izinnya, banyak yang dilirik (untuk ekspor). Yang kita ekspor ikan, udang, kecuali tuna karena alat tangkapnya beda,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Menurutnya, komposisi ekspor perusahaan saat ini masih sebesar 20% dan akan ditingkatkan hingga 40% pada tahun depan.

“Kontribusi ekspor akan jadi 40% dengan kapasitas produksi 25 ton/hari, produksi sekarang 3-5 ton/hari. Ada lima wilayah kita yang dapat izin tangkap ikan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa,” ujarnya seperti dikutip Sindo.

Sementara saat ini perusahaan baru mengirim hasil produksinya ke Amerika Serikat dengan porsi di bawah 3%, Jepang, dan Malaysia masing-masing 5%-6%. Sisanya menuju Korea dan Singapura.

“Amerika masih di bawah 3% komposisi eskpornya, kita baru mulai, dapat sertifikat Oktober lalu. Jepang dan Malaysia 5%-6%,” tuturnya.

Di sisi lain, perusahaan mengincar agar bisa menangkap ikan di luar wilayah yang sudah dapat izin, seperti Indonesia bagian timur.

“(Cari ikan akan sampai) Ke Timur dengan alokasi Rp200 miliar bangun cold storage. Kalau kita tak ada halangan akan buka di luat Pulau Jawa, di Papua, Makassar, dan Natuna,” pungkas Witiarso. (santy).