Angkasa Pura 2

Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Optimis Mampu Setor PNBP Sampai Rp100 Miliar

DermagaKamis, 10 Desember 2015
IMG_20151210_181701

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta optimis mampu setor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor kepalabuhanan sampai Rp100 miliar tahun 2015.

“Penerimaan paling besar dari jasa labuh kapal di Pelabuhan Tanjung Priok. Jika ditambah jasa-jasa lainnya, ada totalnya sekitar Rp100 muiliar,” kata Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Drs.Bay M.Hasani dalam paparan kinerja akhir tahun 2015 di Jakarta, Kamius (10/12/2015).

Menurutnya, sesuai UU jasa labuh, tunda, tambah harus diserahkan ke Pemerintah/ OP Tanjung Peiok mulai 1 Maret 2015.

“Tapi, karena keterbatasan dan kondisi mendesak lainnya, OP Tanjung Priok baru bisa mengambilalih pelayanan jas labuh pada 1 September 2015,” jelas Bay.

Oleh karena itu, papar dia, pihak OP Tanjung Priok akan menagihnya ke manajemen Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. “Nilaia rata-rata mencapai Rp35 miliar per bulan,” terang Bay.

Sesuai target dari Kementerian Perhubungan, selurup UPT di seluruh Indonesia termasuk OP Tanjung Priok harus mampu menghasilkan PNBP dan disetor ke kas negara.

“Sesuai tupoksi dan kewenagan yang ada, OP Tanjung Priok juga harus mampu menarik PNBP untuk seanjutnya disetor ke kas negara,” urai Bay.

Sementara, tambah dia, pemanfaatan PNBP di Pelabuhan Tanjung Priok akan dikembalikan untuk investasi di bidang infrastruktur jasa kepelabuhanan.

Belum lama ini, tambah Bay, OP Tanjung Priok mengeruk dan memperlebar alur pelayaran pelabuhan.
“Nilai investasinya yang dikeluarkan mencapai Rp1,5 triliun, karena itu infrastruktur dasar dan terkait keselamatan. Jadi, meski PNBP besar tapi investasi yang harus dikeluarkan juga besar,” tegas Bay.(helmi)

loading...