Angkasa Pura 2

Firmansyah Wahyu,

PKTJ Tegal Ciptakan Sistem Keselamatan Pengguna HP Saat Mengemudikan Kendaraan

SDMKamis, 10 Desember 2015
Firmansyah

TEGAL (BeritaTrans.com) – Masih hangat dalam ingatan, kejadian naas yang dialami korban tabrakan kendaraan di Jaln Tol Cipali yang diakibatkan oleh kelalaian pengemudi yang menggunakan handphone (HP) saat mengendarai mobilnya. Akibatnya, pengemudi menabrak pengguna jalan dan 3 korban meninggal di tempat.

Peristiwa kecelakaan antara bus Transjakarta yang diseruduk KRL di perlintasan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat Sabtu (28/11/2015) diduga juga karena HP. Menurut saksi mata di lokasi, sopir bus Transjakarta itu sedang asyik teleponan saat insiden mengerikan itu terjadi.

Penggunaan handphone saat mengemudi sangat banyak ditemui pada pengendara saat mengemudikan kendaraannya. Karena terlalu asyik main HP itulah, pengemudi tak konsentrasi dengan kendaraannya dan tingkat fokus pengendara menjadi berkurang. Pengemudi pun tidak memperhatikan kondisi sekitar jalan yang dilalui hingga terjadi kecelakaan fatal itu.

Memperhatikan permasalahan yang besar ini terkait keselamatan jalan, banyak pihak resah dengan banyak pengendara yang tetap menggunakan HP saat berkendara.

Melihat fenomena yang tejadi pada jalan, kami -civitas academika PKTJ Tegal- tergerak untuk menciptakan sebuah alat yang dapat memperingatkan pengendara ketika masih mengggunakan HP saat mengemudi.

Alat ini dinamakan Sistem Keselamatan berkendara terhadap penggunaan handphone/ HP saat mengemudi.

Berikut ini merupakan rangkaian elektronika yang dapat menunjukkan kerja dari alat yang dibuat.

_

Pada rangkaian elektronika ini terbagi menjadi bagian yaitu:

___
__

Pada rangkaian ini dibuat menjadi beberapa kelompok komponen yaitu detektor unit, processor unit, dan aktuator unit.

Tergolong sensor unit yang digunakan pada alat ini adalah pendeteksi frekuensi sinyal handphone, dan wheel speed sensor. Detektor berfungsi memantau indikasi adanya sinyal masuk atau keluar dari handphone pengemudi dengan jarak jangkauan sekitar 1-1.5 meter.

Sedangkan wheel speed sensor berfungsi sebagai pendeteksi apakah kendaraan dalam posisi berjalan atau tidak.

Processor adalah otak dari komponen ini yang berfungsi sebagai pemroses laporan yang diberikan oleh detektor. Selanjutnya laporan diproses sebagai input masukan aktuator untuk bekerja dengan memberikan warning buzzer dan mengaktifkan kedipan LED.

Aktivasi buzzing dan kedipan LED dengan frekuensi cepat. Sehingga pengemudi akan merespon dengan berhenti menggunakan HP saat mengemudi.

Diharapkan dengan adanya alat ini dapat mengurangi tingkat pelanggaran pengemudi yang menggunakan handphone saat mengemudi ,sehingga aspek keselamatan mengemudi lebih diutamakan.(Firmansyah Wahyu AFC-Taruna PKTJ Tegal)