Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Tandatangani Kontrak Pembangunan Lima Kapal Ternak

DermagaSabtu, 12 Desember 2015
IMG_20151110_100041

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menandatangani kontrak pembangunan lima unit kapal perintis antara pejabat pembuat komitmen pembangunan kapal ternak dengan dua galangan kapal di Ruang Sriwijaya, lantai 4, Kementerian Perhubungan, Jumat (11/12/2015).

“Kedua galangan kapal tersebut adalah PT Adiluhung Saranasegara Indonesia untuk dua paket dan PT Bahtera Bahari Shipyard untuk  tiga paket,” kata Kepala Humas dan KSLN Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Een Nuraini melalui keterangan tertulis yang diterima BeritaTrans.com dan Tabloid BeritaTrans di Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Total nilai kontrak pembangunan lima unit kapal ternak tersebut sebesar Rp294.892.318.000,-. Dengan waktu pelaksanaan pembangunan selama 25 bulan dan menggunakan sistem multiyears.

Pembangunan lima unit kapal ternak ini merupakan lanjutan dari pembangunan Kapal Ternak KM. Camara Nusantara I yang dibangun oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

KM. Camara Nusantara I merupakan kapal pengangkut ternak pertama Indonesia dan telah mengangkut 353 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 6 Desember 2015 lalu. Kapal ternak tersebut tiba di Jakarta pada hari ini 11 Desember 2015.

Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan beserta Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit menyambut langsung kedatangan kapal ternak tersebut di dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok pukul 16.00 WIB.

“Program pengadaan kapal ternak merupakan salah satu langkah nyata Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam Pencapaian Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau. Diharapkan dengan pembangunan kapal ternak tersebut, impor sapi dan daging sapi dapat dikurangi. Pasokan serta distribusi daging sapi dan kerbau dalam negeri juga dapat lebih ditingkatkan serta harga daging di pasaran semakin murah dan mudah dikendalikan. (aliy)