Angkasa Pura 2

Pelayanan Kantor Syahbandar Tanjung Priok Akan Berbasis IT & IS

DermagaMinggu, 13 Desember 2015
IMG_9819

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ketika Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit memberi tugas untuk menjadi Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Capt. Sahattua P Simatupang, SH, MH ada tiga hal yang paling diingatnya. Kedua pimpinannya itu berpesan agar dia bisa membuat kantor kesyahbandaran bersih, terang, dan tertib dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pengawasan keselamatan dan pelayanan.

“Ketika saya ditugaskan ke sini (Kantor Kesyahbandaran Tanjung Priok), perintah pimpinan jelas, harus bersih, terang, dan tertib dalam memberikan pelayanan,” kata Capt. Sahattua kepada beritatrans.com dan Tabloid BeritaTrans di Jakarta, Minggu (13/12/2015).

Bersih, kata dia, bagaimana mengusahakan agar masyarakat tidak komplain terkait kebersihan kantor. Caranya tentu saja dengan menjaga agar lingkungan kantor syahbandar, termasuk ruang pelayanan tetap terjaga kebersihannya.

Begitu juga dengan terang, jangan sampai kantor ini terlihat kusam dan terkesan kumuh. Misalnya dengan menambah penerangan dan mengganti cat dengan yang lebih cerah.

“Sementara tertib adalah bagaimana menciptakan sistem dan suasana kerja serta pelayanan yang tertib, tidak semerawut,” kata Capt. Sahattua.

Dalam menjalankan misi pelayanan sesuai perintah pimpinannya tersebut, Capt. Sahattua terus melakukan berbagai terobosan. Meskipun masa kerjanya belum genap satu bulan, dia telah melakukan berbagai perubahan secara internal. Misalnya dengan membuat aturan pembuatan dan perpanjangan buku pelaut dengan sistem online, seperti layaknya pembuatan paspor. Sehingga pelaut tidak perlu ngantri di kantor syahbandar karen, bisa dilakukan dari kapal.

“Perubahannya memang tidak terlihat karena tidak bisa diukur dengan angka, tetapi perubahan tersebut terasa oleh karyawan dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pelayanan terbaik kepada masyarakat akan menjadi prioritas utamanya, yaitu bagaimana agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayan dari kantor syahbandar. Bahkan untuk semakin member kemudahan pelayanan kepada masyarakat, Capt. Sahattua akan mengarahkan pelayanan yang berbasis Information Teknologi (IT) dan Information System (IS).

“Sehingga dengan sistem itu kita dapat melayani para pemilik kapal secara langsung. Tidak seperti sekarang yang kebanyakan kita melayani para agen perusahaan kapal,” ujarnya.

IMG_9844

Ia berharap, dengan penerapan sistem IT dan IS biaya logistik semakin murah, sehingga disparitas harga di masyarakat dapat lebih terkendali seperti apa yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam Nawa Citanya.

Capt. Sahattua juga mengaku akan menggandeng Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perhubungan untuk memanfaatkan Call Center 151 untuk mempermudah masyarakat mengetahui berbagai hal tentang pelayanan di kantor syahbandar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Pusdatin dan responnya sangat bagus. Kantor Syahbandar Tanjung Priok akan menjadi pilot project dalam pemanfaatan call center 151. Nantinya masyarakat yang ingin mengetahui berbagai informasi atau layanan syahbandar tinggal menghubungi call center 151,” katanya. (aliy)