Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Membuka Posko Angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016

DermagaKamis, 17 Desember 2015
Ilustasi Pak Menteri_Bobby

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menjelang Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka Posko Angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Ruang Rapat Samudera Gedung Karya Lt 14 Kementerian Perhubungan mulai besok, Jumat (18/12/2018).

“Posko ini bertugas untuk melakukan pemantau dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut selama penyelenggaraan angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 berlangsung,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub Capt. Bobby R Mamahit dalam jumpa pers di Ruang Sriwijaya, Gedung Karasa, Kemenhub, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Bobby menjelasakan, kegiatan Posko tersebut dibagi menjadi tiga tahap. Pertama adalah pra Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan pada 18 – 24 Desember 2015. Kemudian tahap kedua, periode Natal dan Tahun Baru dilaksanakan pada 25 Desember 2015 – 1 Januari 2016. Tahap terakhir adalah pasca Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan pada 2 – 8 Januari 2016.

Pada kesempatan itu, Dirjen Hubla juga mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi. Selain itu, di instruksikan kepada semua pihak yang terkait dengan pelayaran, khususnya para operator kapal yang mengoperasikan kapalnya di wilayah perairan Indonesia agar mewaspadai adanya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang terjadi di hampir seluruh perairan Indonesia.

Instruksikan tersebut tertuang melalui Maklumat Pelayaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang dikeluarkan setiap minggu sekali. Sebagai contoh pada tanggal 15 Desember 2015 telah dikeluarkan Maklumat Pelayaran No. 280/XII/DN-2015.

Dalam Maklumat tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan kepada para Syahbandar di seluruh Indonesia untuk menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar bagi kapal-kapal:

a. Jenis kapal perahu nelayan, kapal tongkang, kapal Roro, Kapal Landing, Kapal Ferry & Kapal penumpang berkecepatan tinggi yang berlayar pada seluruh perairan dengan tinggi gelombang 1,5 s.d 2,5 m;

b. Kapal yang tinggi lambung timbulnya kurang dari 3 meter untuk berlayar pada perairan dengan tinggi gelombang 2,5 s.d 4,0 m;

c. Semua jenis kapal untuk berlayar pada perairan yang diperkirakan akan terjadi gelombang tinggi 4 s.d. 6 meter.

“Melalui upaya-upaya tersebut di atas, kami berharap masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada masa Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan nyaman serta dapat sampai tujuan dengan selamat,” tuturnya.

Seebelumnya, Capt. Bobby juga menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan 1.265 kapal untuk mengantisipasi tingginya permintaan moda angkutan laut pada saat Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 mendatang. (aliy)