Angkasa Pura 2

Tommy: Tingkatkan Komunikasi dan Kerja Sama Sesama Alumni BPPP Banyuwangi

Kokpit SDMKamis, 17 Desember 2015
tommy sambut1

BANYUWANGI (BeritaTrans.com) – Pilot lulusan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BPPP) Banyuwangi, Jawa Timur harus tetap menjalin dan meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan sesama alumni dan korp pilot di Tanah Air.

“Setiap perkembangan dan dinamika di dunia penerbangan harus bisa diikuti dan dimanfaatkan untuk kepentingan dan peningkatan keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama sesama pilot Alumni BPPP Banyuwangi perlu ditingkatkan,” Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,SH, M.Si dalam sambutan saat pelantikan pilot BPPP Banyuwangi, Kamis (17/12/2015).

Oleh karena itu, menurut Tommy, sebagai sesama alumni pilot BPPP Banyuwangi harus mengefektikan jalinan komunikasi dan kerja sama untuk meningkat kinerja. Dengan kjerja sama yang baik, tugas yang berat sekalipun akan terawa ringan.

“Prestasi dan kinerja dan makin baik sehingga kualitas pelayanan terlebih di bidang keselamatan penerbangan di Tanah Air,” sebut Tommy.

Oleh karena itu, sebagao pilot muda lulusan BPPP Banyuwangi harus aktif dan mau meningkatkan kemampuan diri sehingga mampu meraih prestasi yang terbaik.

“Industri penerbangan dunia termasuk Indonesia yang bergerak di bidang jasa, harus terus memperbaiki pelayanan. Tapi, soal keselamatan wajib hukumnya untuk ditingkatkan. Paling tidak mempertahankan prestasi yang sudah diraih,” papar Tommy.

Untuk mencapai semua itu, tambah dia, maka jalinan komunikasi harus ditingkatkan. Selanjutnya bisa bersinergi guna memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumennya.

“Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang baik, target capaian kinerja serta perbaikan pelayanan makin mudah diwujudkan,” tandas Tommy.

tommy deddy

Kepala BPPP Banyuwangi Kol Laut (P) Deddy Suparli dalam laporan pendidikannya mengatakan, siswa pilot batch 3 BPPP Banyuwangi semula berjumlah 11 orang, tapi satu orang mengundurkan diri karena alasan sakit. Sampai akhir program pendidikan ini 10 orang dinyakan lulus dengan nlai memuaskan.

"Nilai akhir tertinggi 84,59 yang diraih oleh siswa atas nama Emeraldo Muhammad Arribaath, putra asal Jombang Jawa Timur. Sedang nilai terendah tercatat IPK 80, 43. Mereka semua dinyatakan lulus ujian teori dan praktek dan sudah mengantongi diatas 200 jam terbang," kata Deddy.

Menurut dia, para pilot lulusan BPPP Banyuwangi ini diharapkan bisa langsung mengabdikan ilnu dan pengalamannya untuk mendukung pembangunan industri penerbangan di Tanah Air.

Pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia makin baik. Implikasinya, mobilitas warga juga tinggi hampir di seluruh Tanah Air. Selain itu, juga untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, butuh alat transportasi yang cepat, hemat dan harga terjangkau.

"Transportasi udara menjadi pilihan yang tak terelakkan. Namun, mereka harus didukung dan diawaki SDM terutama pilot yang profesional pula," jelas Deddy.

"Indonesia membutuhkan banyak tenaga pilot profesional dan BPPP Banyuwangi merupakan salah satu sekolah penerbangan milik BPSDM Perhubungan siap mendidik dan menyiapkan tenaga profesional itu," tegas Deddy.(helmi)

loading...