Angkasa Pura 2

Program Alih Profesi

Tommy: Pemerintah Siapkan SDM Operasikan Kapal Negara Untuk Rakyat

Dermaga SDMMinggu, 20 Desember 2015
Tommy dan pelaut

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan SDM Perhubungan akan menawarkan pogram alih profesi kepada karyawan dan karyawani Kemenhub untuk dididik dan dilatih menjadi pelaut. Mereka dipersiapkan untuk mengoperasikan kapal-kapal negara (KN) baik Kapal Navigasi atau Kapal Patroli KPLP.

Demikian disampaikan Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (19/12/2015. Menurutnya, Kemenhub dalam dua tahun ke depan akan membangun 100 kapal navigasi dan 100 kapal patroli KPLP dengan berbagai jenis dan ukuran. Jumlah itu masih akan ditambah lagi dengan membangun 80 kapal perintis untuk daerah terluar, terbelakang dan butuh pengembangan di seluruh Tanah Air.

“Kapal-kapal tersebut akan selesai pembangunannya dan diserahkan secara bertahap mulai awal tahun 2017. Kapal tersebut praktis harus ada yang mengoperasikan untuk melayani rakyat dan mengamankan seluruh wilayah NKRI,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Oleh karena itu, selain mendidik dan menyiapkan taruna-taruna reguler akademik, BPSDM Perhubungan menawarkan beasiswa pendidikan calon pelaut di kapal-kapal negara. Bagi mereka yang berminat dan lolos test seleksi menjadi calon pelaut di sekolah-sekolah yang akan ditentukan kemudian.

“Program itu sudah dimulai di tahun anggaran 2015, dengan mendidik 60 PNS Kemenhub di PIP Semarang dan 30 PNS Kemenhub di BP2IP Tangerang untuk menjadi pelaut. Personel Kemenhub terutama di Direktorat Navigasi dan Direktorat KPLP untuk ikut pendidikan calon pelaut. Pada saatnya nanti, kapal sudah diserahkan para pelaut program alih profesi ini juga sudah siap,” jelas Tommy.

Melalui program beasiswa alih profesi sebagai pelaut ini, Tommy mengaku optimis akan mampu menyiapkan calon pelaut di kapal-kapal negara. “Sedikitnya 200 kapal negara (KN) itu harus dioperasikan untuk melayani rakyat dan mengamankan NKRI. Kapal-kapal tersebut hadir dan melayani rakyat sampai daerah terpelosok dan terpencil sekali, dengan dibiayai dengan dana APBN,” sebut dia.

Pemerintah Hadir Di Masyarakat

Kapal-kapal negara tersebut dibangun dengan dana APBN atau uang rakyat dan harus dikebakikan untuk rakyat. “Semua kapal yang dibangun dan dibiayai dengan dana APBN harus dipastikan beroperasi dan melayani rakyat sampai di daerah terpencil. Kini, tender pembangunan kapal sudah dilakukan dan pendidikan SDM pelaut yang akan mengoperasikan juga mulai disiapkan. Pada saatnya nanti, kapal sudah jadi dan bisa langsung dioperasikan,” kilah Tommy.

BPSDM Perhubungan juga mulai membangun enam kapal latih untuk taruna. Kapal tersebut, menurut Tommy, dirancang khusus untuk kapal latih taruna dan akan difungsikan untuk melayani rute-rute perintis di sekitar kampus masing-masing. Jadi, nanti space kapal latih dibagi dua, separuh untuk taruna prala dan selebihnya disediakan untuk warga masyarakat di rute-rute perintis di seluruh Indonesia.

“Setiap kapal, akan menampung 100 taruna prala, dan selebihnya dioperasikan untuk warga masyarakat di rute-rute perintis. Kapal latih tersebus dimaksudkan untuk melayani masyarakat sekaligus mendidik dan melatih taruna untuk hidup membaur dan melayani masyarakat secara langsung,” papar Tommy.

Seperti diketahui, enam kapal latih taruna itu akan ditempatkan di BP2IP Malahayati Aceh, STIP Jakarta, Poltekpel Surabaya, PIP Makassar, BPPP Minahasa Selatan dan BP2IP Sorong, Papua Barat.

“Kapal latih tersebut akan mulai diserahkan April 2017 dan langsung diserahkan ke masing-masing kampus. Selanjutnya bekerja sama dengan Ditjen Perhubungan Laut untuk membuka dan melayani masyarakat di rute-rute perintis di seluruh Tanah Air,” urai Tommy.

Jadi, menurut dia, nanti rute perintis yang akan menetukan Ditjen Perhubungan Laut. Kapal-kapal latih dioperasikan disana untuk membantu melayani masyarakat terutama di daerah terluar, terpencil dan terbelakang di Indonesia. “Ke depan, kapal latih itu bukan hanya bermanfaat bagi taruna prala, tapi juga warga masyarakat di daerah terpencil karena bisa dilayani transportasi yang lebih baik, aman dan selamat,” tegas Tommy.(helmi)

loading...