Angkasa Pura 2

Garuda, DAMRI & Kereta Api Raih Safety Award 2015

Emplasemen Kokpit KoridorSelasa, 22 Desember 2015
barata_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Untuk mendorong peningkatan keselamatan transportasi yang berkesinambungan dan menjadikan faktor keselamatan sebagai tolak ukur kualitas pelayanan sektor transportasi, Kementerian Perhubungan menganugerahi Transportation Safety Award (TSA) Tahun 2015. Penganugerahan TSA dimaksud diberikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bertempat di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat pada Selasa (22/12/2015).

Penilaian TSA dilakukan oleh Konsultan Independen dan diharapkan dapat memacu seluruh operator pengguna dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan penyelenggaraan pelayanan jasa transportasi sesuai dengan fokus dan kebijakan Kemenhub dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan.

“Para operator unggulan berdasarkan hasil penilaian Tim Independen memperoleh nilai absolut dan berhak mendapatkan throphy serta piagam dari Menteri Perhubungan masing – masing adalah unggulan I PT. Garuda Indonesia (Persero), unggulan II PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I (DAOP I) Jakarta, dan unggulan III Perum Damri,” kata Kapuskom Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata dalam siaran pers yang diterima BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa.

damri-bandara gambir

Dikatakan, operator penyelenggara yang dinilai dalam penghargaan ini seluruhnya berjumlah 92 operator meliputi operator kereta api, operator bus AKAP, operator taxi, operator kapal penyeberangan, operator kapal penumpang, dan operator penerbangan.

Menurut Barata, kriteria penilaian yang ditetapkan terhadap operator/peserta meliputi empat kriteria masing – masing kriteria organisasi (komitmen dan kebijakan, serta manajemen keselamatan) dengan bobot 15%; kriteria SDM (meliputi dukungan SDM terhadap keselamatan dan pembinaan internal perusahaan terhadap SDM keselamatan) dengan bobot 40%; kriteria sarana (meliputi standar pengadaan dan pelaksanaan keselamatan, dan standar standar perawatan sarana) dengan bobot 35%; dan kriteria pendukung manajemen keselamatan (meliputi database dan sistem pelaporan operasional) dengan bobot 10%.

“Penilaian dilaksanakan dalam dua tahap selama September hingga November 2015. Tahap pertama yaitu assesment yang dilakukan oleh operator penyelenggara jasa transportasi secara mandiri berdasarkan formulir isian dan kriteria penilaian yang ditentukan oleh Tim Penilai. Tahap kedua berupa penilaian lapangan untuk melihat langsung kondisi faktual operasional masing-masing operator,” tegas Barata.(helmi/aliy)