Angkasa Pura 2

YLKI Nilai Pemerintah Gagal Antisipasi Kemacetan 2 Libur Nasional

KoridorSabtu, 26 Desember 2015
IMG-20151225-WA0002

JAKARTA (beritatrans.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemerintah gagal mengantisipasi kemacetan akibat dua libur nasional yang dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur dan mudik ke kampung halaman.

“Pemerintah tidak membaca situasi bahwa akan terjadi lonjakan arus mudik akibat libur di tengah pekan, bukan di akhir pekan,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Sabtu (26/12/2015).

Tulus mengatakan, dua hari libur yang bersamaan yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 24 Desember dan perayaan Natal pada 25 Desember yang bersamaan dengan masa liburan sekolah, membuat lonjakan pemudik yang sangat luar biasa.

“Seharusnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan sebagai regulator dan Jasa Marga sebagai operator jalan tol dapat mengantisipasi lonjakan pemudik yang mulai melintas pada tanggal 23 dan 24 Desember 2015,” katanya seperti dilansir okezone.

Kemacetan panajang di Tol Jakarta-Cikampek kemarin, menurut Tulus mengalahkan arus mudik Lebaran tahun ini. Hal ini, lanjut Tulus terjadi karena Hari Raya Idul Fitri tahun ini terjadi pada akhir pekan, dan beberapa hari sebelumnya telah dilakukan cuti bersama.

“Kalau kemarin, semuanya keluar atau bepergian di hari yang sama, sementara kalau lebaran kan ada jarak sebelum hari H Lebaran,” katanya.

Tulus menjelaskan pengguna jalan tol bisa menuntut pemerintah dan operator jalan untuk mengganti rugi, baik kerugian materiil dan atau kerugian immateriil akibat macetnya ruas jalan tol. Dia menjelaskan, alasan kenapa pemerintah dan operator jalan tol bisa dituntut ganti rugi oleh para penguna jalan tol. Sebab, kata dia, pemerintah telah gagal mengantisipasi lonjakan arus mudik Natal, yang berbarengan dengan liburan akhir pekan dan Maulid Nabi.

“Pemerintah tidak menyiapkan sumber daya yang cukup, baik petugas polri, petugas tol, dan petugas lapangan lainnya,” katanya. (aliy)