Angkasa Pura 2

Kemenhub Siapkan 48.188 Armada untuk Angkutan Natal dan Tahun Baru

Bandara Dermaga Emplasemen Kokpit KoridorMinggu, 27 Desember 2015
Barata

JAKARTA (beritatrans.com) – Mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sedikitnya 48.188 armada transportasi baik transportasi darat, laut, udara, kereta api, dan penyeberangan.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kemenhub JA Barata mengatakan, selama masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 yakni dari H-7 hingga H+7 diprediksi jumlah penumpang masing-masing moda transportasi akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan musim yang sama pada tahun sebelumnya.

“Sehingga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut Kementerian Perhubungan menyiapkan puluhan ribu alat transportasi dari berbagai moda,” kata Barata kepada beritatrans.com dan Tabloid Berita Trans di Jakarta, Minggu (27/12/2015).

Barata menjelaskan, berdasarkan data Rencana Operasi (Renop) Angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 jumlah armada sebesar itu terdiri dari angkutan jalan raya (bus) sebanyak 44.871 unit yang disebar di 45 terminal. Kemudian penyeberangan sabanyak 186 kapal Ro Ro yang melayani di 9 lintasan. Sedangkan angkutan kereta api sebanyak 1.368 rangkaian dengan 219 lokomotif di 9 Daerah Operasi (Daop) dan 3 Divisi Regional (Divre).

Selanjutnya moda laut berjumlah 1.265 armada yang terdiri dari 25 kapal milik PT Pelni, 89 kapal perintis, 28 kapal Ro-Ro milik swasta, 74 kapal milik swasta, dan 1.049 kapal swasta yang melayani jarak dekat.

“Sedangkan moda udara sebanyak 498 pesawat yang berasal dari 14 maskapai penerbangan dn tersebar di 35 bandara,” kata Barata.

Sedangkan lonjakan penumpang selama masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 diprediksi berkisar antara 0,6 persen hingga 50 persen.

Lonjakan penumpang angkutan jalan diprediksi sekitar 5.78 persen yaitu dari 2.024.910 orang pada tahun 204 menjadi 2.141.949 orang tahun ini. Jumlah penumpang penyeberangan naik 14 persen dari 2.876.846 orang tahun 2014 menjadi 3.279.573 orang tahun 2015. Penumpang kereta api naik sekitar 0,6 persen dari 4.202.224 orang tahun 2014 menjadi 4.230.988 orang tahun 2015.

Kemudian jumlah penumpang angkutan laut naik 2 persen dari 8567.736 orang tahun 2014 menjadi 874.890 orang tahun 2015. Sedangkan jumlah penumpang angkutan udara diprediksi meningkat tajam sebesar 50 persen yaitu dari 3.7956.787 orang tahun 2014 menjadi 5.913.326 orang tahun 2015.

“Terkait dengan tingginya kenaikan jumlah penumpang di moda angkutan udara karena pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru yang lalu hanya dipantau selama 14 hari di 22 bandara. Sedangkan tahun ini dipantau selama 22 hari di 35 bandara,” kata Barata.

Barata berharap, dengan banyaknya moda angkutan umum yang siap melayani pemudik Natal dan Tahun Baru, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum dari pada transportasi pribadi. Sebab dengan memanfaatkan transportasi umum banyak manfaat yang diperoleh, selain mengurangi tingkat kelelahan karena tidak harus mengendarai kendaraan sendiri, juga dapat mengurangi beban di jalana raya sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kemacetan. Juga dapat mengurangi tingkat polusi udara.

“Selain itu, angkutan umum juga lebih aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya. (aliy)