Angkasa Pura 2

YLKI: Jasa Marga Memang Menghendaki Antrean di Jalan Tol?

KoridorSenin, 28 Desember 2015
Antrean masuk pintu tol cawang

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Rencana PT Jasa Marga akan menggratiskan pengguna tol untuk masuk GTO, perlu dicermati bersama.

“Jika antrian di pintu non GTO lebih dari 30 mobil itu sangat panjang dan merugikan konsumen,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Senin (28/12/2015)

Menurut dia, memang Jasa Marga menghendaki kemacetan yang panjang di pintu masuk tol. “Angka 30 mobil adalah antrian yang sangat panjang, bahkan melanggar standar pelayanan minimal jalan tol,” kata Tulus.

Seharusnya, menurut dia, antrian di pintu tol tak lebih dari 10 mobil saja. “Ini menunjukkan PT Jasa Marga belum mempunyai inovasi pelayanan yang memadai,” papar Tulus.

Saat ini, menurut YLKI, pengguna e-toll sangat minim, kurang dari 20 persen. Ini karena pengguna etoll card tidak diberikan insentif.

“Seharusnya pengguna etoll card tarif tolnya lebih murah, diberikan diskon; dengan tujuan agar pengguna tol bermigrasi menjadi pengguna etoll card,” terang Tulus.

Terkait kemacetan di tol 3 hari yang lalu, tambah Tulus, seharusnya PT Jasa Marga mengembalikan uang konsumen, plus mengganti bahan bakar yang terbuang percuma, selama macet.

“PT Jasa Marga harus mengganti rugi pengguna tol, kerena hal itu terjadi akibat PT Jasa Marga mis kalkulasi dan mismanagemen.

“Seharusnya PT Jasa Marga bisa menghitung dengan cermat, antara kapasitas ruas jalan yang ada, dengan volume kendaraan yang masuk tol, saat itu,” tegas Tulus.(helmi)