Angkasa Pura 2

Angkutan Natal dan Tahun Baru di Bandara Kualanamu dan I Gusti Ngurah Rai Normal

BandaraRabu, 30 Desember 2015
2015-03-18 12.08.25_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelaksanaan angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Bandara Kualanamu Medan dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar berjalan normal, lancar dan kondusif.

“Semua pelayanan penumpang di kedua Bandara tersebut terpantau berjalan normal dan tidak ada kejadian yang menonjol,” kata Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Barata mengatakan, Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan dan Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Denpasar telah melakukan koordinasi yang intensif dengan operator kedua bandara tersebut yakni PT. Angkasa Pura II Cabang Bandara Kualanamu dan PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk mempersiapkan pelayanan penumpang selama Masa Angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

Terkait dengan pengamanan bandara, pihak PT. Angkasa Pura II Cabang Bandara Kualanamu Medan telah melakukan kerjasama dengan kepolisian dan TNI untuk meningkatkan keamanan selama masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

Selain melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang, pihak kepolisian juga sejak Selasa (29/12) pagi mendatangkan 2 ekor anjing pelacak yang diproyeksikan bertugas selama sebulan, melakukan antisipasi dini baik teror, narkotik dan gangguan keamanan lainnya di Bandara Kualanamu. Kedua ekor anjing ini disiagakan dalam antisipasi teror dan jenis lainnya menjelang pergantian tahun.

Demikian pula PT Angkasa Pura I Cabang Bandara I GustiĀ  Ngurah Rai telah melakukan pengetatan pemeriksaan, salah satunya dengan menambah pemeriksaan menggunakan x-ray di depan pintu masuk terminal bandara.

Selain itu, untuk menambah pengamanan, pihak operator bandara juga mendapat dukungan dari Kepolisian RI, TNI AD, TNI AU, Tim Gegana, dan Tim Anti Teror dengan dilengkapi anjing pelacak untuk lebih mengamankan bandara dan sekitarnya.

“Hal tersebut menindaklanjuti pemberlakuan status kuning di seluruh Bandar udara di Indonesia oleh Kemenhub,” kata Barata. (aliy)

loading...