Angkasa Pura 2

Wanita Tertabrak Kereta Dekat Stasiun Tambun

EmplasemenSabtu, 2 Januari 2016
20140917_103856_st tambun

BEKASI (BeritaTrans.com) – Seorang perempuan tanpa identitas diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakan dirinya ke kereta api yang melintas cepat di dekat Stasiun Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bwkasi, Jumat (1/1). Tubuh perempuan malang itu hancur tercecer dan terbawa kereta hingga ratusan meter.

Belum diketahui penyebab aksi nekat yang dilakukan perempuan berusia sekitar 40 tahun tersebut. Namun dari sejumlah penuturan saksi mata diduga kalau perempuan itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran faktor ekonomi.

Aksi bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 07.00. Perempuan dengan ciri-ciri berbadan besar dan rambut keriting sebahu itu sebelumnya sempat terlihat di sekitar lokasi kejadian seorang diri. Ia terlihat mondar-mandir seperti orang kebingungan.

Ketika kereta cepat melintas dari arah barat menuju timur, perempuan itu langsung mendekati rel kereta dan langsung menabrakan diri ke kendaraan baja tersebut. Seketika tubuh korban hancur tercecer terbawa kereta sejauh sekitar 200 meter.

Erwin (37), seorang saksi mata kejadian mengatakan kalau warga sempat berteriak ketika melihat perempuan malang itu mendekati kereta yang melintas. Namun teriakan warga tak didengar dan perempuan itu justru nekat menabrakan diri ke kereta.

“Dari jam enam pagi emang itu orang mondar-mandir aja, kadang duduk-duduk di bawah tiang listrik, kirain saya mau nyebrang tapi kok enggak nyebrang juga, pas jam tujuh ada kereta argo lewat bukan minggir dia malah deketin dan sengaja tiduran di rel kereta, ketabrak, itu emang sengaja bunuh diri,” jelas Erwin.

Erwin mengaku mengenali perempuan malang itu sebagai warga Desa Mangunjaya, Tambun Selatan. Namun ia tidak mengetahui pasti penyebab aksi bunuh diri tersebut.

“Saya kaget dan langsung teriak waktu itu lihat dia nekat bunuh diri, karena yang saya tahu dia orang Graha, Mangunjaya, kemungkinan karena frustasi,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tambun AKP Hardi mengatakan kalau dugaan sementara perempuan malang itu nekat melakukan aksi bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta yang melintas. Dugaan itu berdasarkan keterangan saksi-saksi yang menyebutkan kalau saat kereta melintas perempuan itu tidak berupaya menghindar.

“Kasus ini masih tetap kami selidiki hingga tuntas, hanya saja kita kesulitan karena korban tidak ada identitas diri,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan identitas perempuan tersebut. Jasad perempuan itu hancur dengan kepala dan tangan kanan putus serta isi perut terburai.

“Untuk jenazah sudah kita bawa ke RSUD dan disimpan di kamar mayat, karena masih belum ditemukan pihak keluarga korban,” tuturnya. (santy).