Angkasa Pura 2

Lima UPT BPSDM Perhubungan Segera Menjadi BLU

SDMMinggu, 3 Januari 2016
a-tommy cek tarunaa

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sedikitnya lima unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan siap menajdi badan layanan umum (BLU) di tahun 2016. Proses evaluasi dan supervise di Kementerian Keuangan sudah selesai.

Konon, SK BLU sudah turun dari Kementerian Keuangan ke BSDM Perhubungan. Sayang, sampai pergantian tahun 2016 ini, para kepala UPT mengaku belum menerima SK-nya secara resmi.

Sumber BeritaTrans.com di BPSDM Perhubungan menyebutkan, lima UPT itu adalah BP2IP Malahayati, ATKP Medan, BP2IP Tangerang, ATKP Surabaya dan BP2IP Barombong.

Sebeklumnya, Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si mengatakan, target awalnya tahun 2016 ini seluruh UPT di lingkungan BPSDM Perhubungan sudah harus menjadi BLU.

Ini sesuai kebijakan Menhub Ignasius Jonan, yang menyebutkan, seluruh UPT di bawah Kementerian Perhubungan harus mampu menghasilkan uang dan setor ke kas Negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dengan begitu, kata Tommy, mereka bisa mandiri secara keuangan, bisa menarik sumber-sumber penerimaan baru dan menggunakan untuk pengembangan institusi yang dipimpin dan dikelolanya.

“Dari penerimaan BLU tersebut, bisa digunakan untuk pengembangan usaha serta kesejahteraan karyawan sampai 40%,” tukas Tommy lagi.

Seperti diketahui, sampai akhir tahun 2015 lalu, masih ada 9 UPT di lingkungan BPSDM Perhubungan yang belum menjadi BLU. Tapi, mereka sebagian sudah dalam proses di Kementerian Keuangan dan akan segera ditetapkan menjadi BLU.

Data membuktikan, setelah menjadi BLU maka kinerja dan penerimaan Negara makin besar. Menurut Tommy, sebelum menjadi BLU, penerimaan STIP Jakarta hanya sekitar Rp180 juta per tahun. Tapi, setahun terakhir penerimaan STIP Jakarta hanya mencapai angka Rp1 miliar.

“Jika sudah menjadi BLU, diyakini kinerja staf dan pimpinan UPT yang bersangkutan akan meningkat. Pasalnya, mereka bisa ikut menikmati hasil jerih payahnya. Selain itu, UPT yang bersangkutan bisa mengembangkan program dan divisi usahanya dengan lebih baik lagi,” terang Tommy.

Dia menambahkan, UPT yang sudah menjadi BLU akan lebih mudah mengembangkan program diklat sesuai kebutuhan. Selain itu, mereka bisa mendatangkan nara sumber yang berkualitas, baik pakar atau praktisi di bidangnya masing-masing, dengan pembayaran yang sepadan.

“Semua itu bisa dilakukan, karena BLU bisa langsung mengelola keuangan yang diterimanya untuk mengembangkan program dan usahanya masing-masing,” tegas Tommy.(helmi)

loading...