Angkasa Pura 2

2015, Pemerintahan Jokowi-JK Terlalu Optimistik

Another NewsSenin, 4 Januari 2016
160533_07421924062015_jokowi-jk-foto-t

JAKARTA (BeritaTrans.com) – CORE Indonesia memberikan sejumlah catatan penting terkait dengan kebijakan fiskal pada tim ekonomi pemerintah, memasuki tahun anggaran 2016.

“Program yang dijalankan selama tahun 2015 lalu yang patut diambil sebagai pelajaran untuk tahun 2016, termasuk Undang-Undang APBN 2016 yang telah disahkan oleh DPR,” kata Direktur Penelitian CORE Indonesia Dr.Muhammad Faisal di Jakarta, Senin (4/1/2016).

CORE Indonesia memberikan catatan terkait pengelolahan fiskal di 2015 dan tantangan kebijakan fiskal seperti apa yang menunggu di 2016 perlu.

Ke depan, lanjut Faisal, Pemerintah harus lebih realiatis dan pintar memanfaatkan peluang yang ada.

“Target pertumbuhan dan asumsi makro ekonomi yang dipatok Pemerintaha Jokowi-JK terlalu optimistik. Akhirnya justru tidak tercapai,” kilah Faisal.

Data catatan CORE Indonesia, papar dia, pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang baru saja berlalu diperkirakan hanya mencapai 4,7 persen.

“Pengeluaran pemerintah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ternyata hanya tumbuh 3,9 persen selama tiga kuartal pertama 2015,” tukas Faisal.
Sementara, tambah dia, kontribusi terhadap PDB sebesar 8,5 persen.

“Semua itu harus menjadi catatan dan pertimbangan untuk penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan tahun 2016,” tegas Faisal.(helmi)

loading...