Angkasa Pura 2

Kadishub Jawa Barat Apresiasi Inisiatif Balitbang Perhubungan

Koridor LitbangRabu, 6 Januari 2016
IMG_20160106_124856_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik memberikan apresiasi atas Inisiatif Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan menginisiasi diskusi antisipasi kemacetan lalu lintas pada waktu libur panjang. Dari diskusi yang digelar selama setengah hari itu banyak ide dan masukan dalam upaya mencegah terjadinya kemacetan di jalan raya, termasuk di jalan tol.

“Sungguh saya mengapresiasi inisiatif Badan Litbang Perhubungan dalam mencari jalan untuk mengatasi kemacetan, terutama pada waktu-waktu libur panjang seperti kemarin (Natal 2015 dan Tahun Baru 2016),” kata Dedi usai Focuss Group Discussion (FGD) “Antisipasi Kemacetan Pada Waktu Libur Panjang” di Ruang Rapat Utama Balitbanghub Jakarta, Rabu (6/1/2015).

Dedi mengatakan, ide integrasi Standar Operasi Prosedur (SOP) penanganan kemacetan, total electronik payment (e-payment) atau tidak lagi bayar tol secara manual, dan e-law enforcement atau penegakan hukum secara elektronik merupakan ide yang sangat mungkin dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan di jalan raya, termasuk di jalan tol.

“Tinggal membuat regulasi yang bisa menjadi payung hukum bagi pelaksanaan ide-ide tersebut,” katanya.

Menurutnya, harus ada sebuah SOP yang dipatuhi oleh semua pihak agar pelaksanaan di lapangan dapat dilakukan secara bersama-sama, tidak tumpang tindih, dan tidak memunculkan ego sektoral.

Dedi memcontohkan ketika bencana macet angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016), Dishub Jawa Barat tidak bisa berbuat banyak ketika di pintu tol Cikarang terjadi kemacetan luar biasa.

“Cikarang meskipun masuk wilayah Jawa Barat, tetapi berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jadi kami tidak bisa masuk begitu saja untuk membantu mengurai kemacetan,” ujarnya.

Dedi juga melihat ide pembayaran tol menggunakan uang elektronik dengan sistem multi bank merupakan sesuatu yang bagus karena dapat memudahkan pengguna jasa, terutama untuk isi ulang atau top up kartu e-money.

Menurutnya, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bisa menjadi koordinator sistem multi bank.

“Nanti dari BPJT didistribusikan kepada masing-masing operator jalan tol,” kata Dedi.

Tetapi yang terpenting, kata Dedi, harus ada time line atau batas waktu kapan ide-ide tersebut direalisasikan.

“Jadi tidak hanya sebatas diskusi. Harus ada target kapan semua ide itu dilaksanakan,” katanya. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari