Angkasa Pura 2

CORE Indonesia: KEK Harus Memberikan Manfaat Optimal Pada Rakyat Dan Negara

Another NewsKamis, 7 Januari 2016
Muhammad Faisal

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan yang ditujukan untuk mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satu manfaat yang diharapkan dengan dikeluarkannya paket kebijakan keenam ini, dan juga sejumlah paket kebijakan lainnya tahun lalu, adalah terdongkraknya kinerja sektor industri nasional.

“Pada gilirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang mengalami perlambatan,” kata Direktur Penelitian CORE Indonesia Dr.Muhammad Faisal, SE kepada pers di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, KEK memang seringkali diposisikan sebagai mesin pertumbuhan sektor Industri oleh banyak negara berkembang lainnya, baik untuk tujuan promosi ekspor, menyerap tenaga kerja, mendorong masuknya investasi asing maupun domestik, pembangunan regional, meningkatkan pendapatan negara atas pajak, dan lainnya.

“Berdasarkan data dari UNIDO, pada tahun 2015, terdapat sekitar 4.500 KEK di 140 negara yang memperkerjakan hampir 66 juta penduduk dunia,”kata Faisal lagi.

Dia mnambahkan, kawasan ASEAN sendiri terdapat 84 KEK yang beroperasi di 10 negara. Masing-masing KEK tersebut menawarkan berbagai macam insentif untuk menarik investasi dan bahkan telah terjadi persaingan “race of the bottom” dimana terjadi perang insentif antar negara.

Vietnam merupakan contoh terkini sebagai negara yang mampu menarik investasi besar asing dengan insentif yang ditawarkan melalui KEK yang dikembangkannya. “Namun demikian, berbagai pengalaman negara-negara di dunia juga menunjukkan bahwa tidak semua KEK mencapai keberhasilan. Bahkan tidak sedikit KEK yang akhirnya gagal berkembang,” kilah Faisal.

Oleh karena itu, CORE Indonesia menyarankan kepada tim ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK untuk bisa lebih bijak mengambil pengalaman di KEK negara-negara tetangga. “Selanjutnya bisa memformulasi KEK yang baru sesuai kebutuhan dan kondisi kekinian Indonesia. KEK yang tengah dan akan dibangun di Indonesia harus memberikan manfaat optimal bagi pengembangan ekonomi, penyerapan tenaga kerja serta kesejahteraan warga sekitarnya,” tegas Faisal.(helmi)

loading...