Angkasa Pura 2

Distrik Navigasi Sibolga Peluk Ganasnya Ombak Samudera Hindia Demi Keselamatan Pelayaran

DermagaSabtu, 9 Januari 2016
Disnav_Sibolga_3

SIBOLGA (beritatrans.com) – Pada Jumat dan Sabtu kemarin (8-9/1/2016), beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans melakukan kerja jurnalistik ke Distrik Navigasi Kelas III Sibolga, Sumatera Utara.

Selama dua hari tersebut banyak didapat cerita heroik tentang pengabdian para laskar navigasi mengawal dan menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran di Samudera Indonesia yang terkenal dengan gelombang-gelombang lautnya yang ganas.

Gino_1

“Apalagi kalau musim angin barat sudah datang. Kapal-kapal kecil dapat dihempaskannya langsung ke daratan,” kata Kepala Distrik Navigasi Kelas III Sibolga, Sumatera Utara, Gino Suyadi Hutabarat, SE, mengawali kisahnya.

Beruntung angin musim barat tidak terjadi sepanjang tahun. Hanya antara Oktober hingga April. Gelombang laut di Samudera Indonesia bisa mencapai 4 meter. Mampu membuat kapal-kapal patroli kecil berdiri tegak dengan ujung anjungan kapal yang runcing menghadap ke langit.

????????????????????????

“Para pelaut biasa, bila terjadi gelombang tinggi pasti mencari perlindungan karena berbahaya. Tetapi bagi petugas navigasi, justru di tempat-tempat berbahaya seperti itulah mereka harus bekerja,” kata Gino.

???????????????????????????????

Di saat para pelaut menghindari tempat-tempat berbahaya seperti gelombang tinggi, batu karang, dangkal, arus kencang, dan lain-lain karena takut kapalnya tenggelam atau kandas, petugas navigasi malah mendatangi tempat-tempat seperti itu. Mereka memasang berbagai alat Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) seperti buoy, rambu suar, lampu suar, dan lain-lain.

???????????????????????????????

“Mereka menyongsong ganasnya ombak demi keselamatan pelayaran, yakni para pelaut dan kapal-kapal yang berlayar di daerah itu,” ujarnya.

Apalagi di Kepulauan Nias yang terkenal dengan gelombang tingginya sepanjang tahun, sehingga menjadi salah satu tempat yang digandrungi para peselancar dunia.

Disnav_Sibolga_SROP_Rakom_3

Bagi para laskar navigasi Sibolga, kondisi alam yang ganas seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari.

Wilayah kerja Disnav Sibolga memang seluruhnya berada di wilayah pantai barat Pulau Sumatera. Meliputi Pantai Barat Aceh Selatan, Pantai Barat Sumatera Barat, Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Nias.

Disnav_Sibolga_SROP_Rakom_5

Sesuai kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 30 Tahun 2006, kantor Distrik Navigasi Sibolga ditetapkan sebagai kelas III dengan dukungan SDM sebanyak 120 personel dengan sarana dan prasarana penunjang seperti Stasiun Radio Pantai (Srop),SBNP, Bengkel, dan Kapal Negara (KN) Kenavigasian berikut gedung kantor dengan dermaga sepanjang 64 meter dan panjang 8 meter sebagai pangkalan.

2016-01-09 06.36.57

Distrik Navigasi Sibolga memiliki 9 Menara Suar (Mensu) yang tersebar di berbagai pulau di Pantai Barat seperti Menara Suar di Pulau Ilir, Pulau Sarang Aloe, Pulau Simuk, Pulau Sigata, Pulau Wunga, Pulau Hinako, Gunung Sitoli, Ujung Karang, dan Pulau Temang.

Sedangkan Rambu Suarnya ada sekitar 48 yaitu Rambu Suar Pulau Bintana, Tanjung Batu Belobang, Ujung Sumabawa, Pulau Sumabawa, Tanjung Serua, Tanjung Pulau Lakota, Karang Panjang, Pelabuhan Parlimbungan Ketek Natal, Ujung Marit, Pulau Poncan Kecil, Pulau Poncan Besar, Natal, Tanjung Pulau Unggas, Karang Bayang, Pulau Temang, Pulau Kalimantung, KR Williem, Pelabuhan Sibolga, Pulau Mansalar, Pulau Karang, Ujung Silabi, South Pylades, KR Rumambi, Ujung Bawang Pulau Sarok Singkil, Pulau Bagu, Batu Makele Front, Batu Makele Rer, Pulau Pono, Pelabuhan Angin Gunung Sitoli, dan Tanjung Toyolawa.

????????????????????????

Distrik Navigasi Sibolga dilengkapi jga dengan SROP seperti SROP Pantai Sibolga Kelas III, SROP Gunung Sitoli Kelas IVa, SROP Teluk Dalam Kelas IVA, SROP Pulau Telo Kelas IVA, SROP Lahewa Kelas IVA, SROP Sirombu Kelas IVA, SROP Sikara-kara Kelas IVA, dab Sibolga Radio/PKB3.

Disnav_Sibolga_SROP

“Meski kami belum dilengkapi oleh VTS (Vessel Traffic Service), tetapi SROP kami sudah menggunakan GMDSS (Global Marine Distress Safety Sistem) yang mampu memonitor berbagai kejadian maritim di berbagai belahan dunia,” kata Gino.

Satu kapal perambuan kelas 1 KN Mandalika turut melengkapi berbagai sarana dan prasarana Distrik Navigasi Sibolga. Meskipun sudah berumur sangat tua karena dibuat tahun 1970-an, KN Mandalika tetap dapat diandalkan untuk menjalankan berbagai misi kenavigasian.

KN_Mandalika_1

Dengan modal seperti itu, seluruh personel Distrik Navigasi Sibolga bahu membahu menjalankan misi menyelenggarakan keamanan dan keselamatan alur pelayaran sesuai UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan perintah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Gino juga mengaku mendapat dukungan dan pompaan semangat terus-menerus dari Direktur Jederal Perhubungan Laut Capt. Bobby R Mamahit, serta bimbingan tiada henti dari Direktur Kenavigasian Ir. Bambang Wiyanto, MM.

KN_Sarudut

Ia mengaku merasa beruntung memiliki para pemimpin yang sangat perhatian dan peduli. Berbagai fasilitas kerja yang dibutuhkan telah banyak yang dipenuhi. Sehingga ia dan seluruh personel Distrik Navigasi Sibolga bangga menjadi anak suar, mengabdi pada rakyat dan negara.

“Horas! Ini Distrik Navigasi Sibolga!” Ucapnya. (aliy/dien)

Disnav_Sibolga_2