Angkasa Pura 2

Megawati Bilang Kontrak Freeport Harus Ditinjau Ulang

Another NewsMinggu, 10 Januari 2016
Freeport-1

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengimbau pemerintah, agar kontrak karya yang tidak menguntungkan rakyat ditinjau ulang.

“Contohnya yang paling heboh akhir-akhir ini adalah PT Freeport,” kata Megawati dalam pidato politiknya di acara Rakernas PDIP, di JIExpo kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2015).

Megawati meminta seluruh kontrak karya harus disusun dengan mengacu pada pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Penjabaran pasal 33 UUD 1945 sebagaimana terlihat dalam arsip Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana, telah memastikan tentang prinsip daulat rakyat atas kekayaan alam Indonesia,” Kata Megawati seperti dikutip tribunnews.com.

Freeport yang bercokol di tanah Papua sejak tahun 1967 itu, masih memiliki hak untuk mengeksploitasi kekayaan mineral tanah Papua, hingga 2021 mendatang.

Kontrak Freeport direncanakan akan direnegosiasi ulang pada 2019 mendatang.

Freeport yang mengelola tambang emas di Papua yang merupakan tambang terbesar di dunia itu, hanya menyisihkan 1 persen keuntungannya untuk royalti Indonesia. (aliy)