Angkasa Pura 2

Syahbandar Tanjung Priok: Pelni Harus Periksa Lagi Peralatan Stability Calculation Kapal

DermagaMinggu, 10 Januari 2016
2016-01-10 16.29.00

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berbasis kepada ditemukannya over draft kapal KM Kelud, Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Utama Tanjung Priok segera mengirim surat kepada PT Pelni untuk memberikan teguran tertulis kepada nakhoda yang kapalnya melanggar ketentuan draft dan berpotensi menbahayakan keselamatan pelayaran.

“Surat itu akan kami tujukan kepada Manajemen ISM Code DPA dengan tembusan pemimpin kami di Kementerian Perhubungan dan tentu juga ditembuskan kepada direksi PT Pelni,” ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt. Sahattua P Simatupang.

Kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Minggu (10/1/2016) pagi, Sahattua mengemukakan sejalan dengan teguran tersebut, Manajemen ISM Code DPA PT Pelni diharapkan menggelar sesi khusus refreshing briefing/coaching kepada seluruh nakhodanya agar kejadian yang sama tidak terulang.

Apalagi dalam perkara over draft KM Kelud ternyata ada ketidaksesuaian antara data stability calculation kapal dengan bukti fisik. Data stability calculation yang menggunakan peralatan terkomputerisasi memperlihatkan draft kapal 5,75 meter. Namun data fisik 5,95 meter,” ungkapnya.

2016-01-10 16.23.46

2016-01-10 16.23.15

Perbedaan data itu patut disikapi oleh manajemen PT Pelni untuk mengeanalisis dan mengevaluasi peralatan stability calculation kapal. “Mungkin perlu dikalibrasi,” cetusnya sambil menambahkan temuan perbedaan data tadi merupakan bentuk dari bantuan Kementerian Perhubungan kepada PT Pelni.

SELURUH NAKHODA
Sahattua mengemukakan pihaknya akan menerbitkan surat kepada seluruh nakhoda yang kapalnya melayani Pelabuhan Tanjung Priok agar menjunjung tinggi keselamatan kapal. (gus).