Angkasa Pura 2

Angkut 10 Juta Penumpang Tahun 2015, Citilink Genjot Pertumbuhan 30 Persen Tahun 2016

KokpitSenin, 11 Januari 2016
maxresdefault(2)

JAKARTA (BeritaTrans.ckm) – Manajemen PT Citilink Indonesia menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang hingga 30 persen pada tahun 2016 dengan fokus meningkatkan kualitas layanan serta memberi perhatian ekstra pada generasi muda dan eksekutif.

Berbagai strategi kerja sama juga dilakukan. Salah satunya mengombinasikan harga tiket pesawat, hotel, dan restoran serta pemberian program loyalitas bagi penumpang setia juga ditempuh maskapai Citilink ‎untuk mencapai pertumbuhan positif.

Direktur Komersial PT Citilink Indonesia, Hans Nugroho, ‎mengatakan selain memiliki tagline “Citilink Dekat di Hati” pihaknya juga akan mengenalkan pendekatan baru kepada penumpang dengan konsep “Young, Fun, and Dynamic”

‎”Berdasarkan statistik perusahaan, penumpang yang menggunakan Citilink berada di kelompok usia 23-35 tahun sebanyak 67 persen, dan kebanyakan profesi dari segmen ini adalah para pekerja muda yang aktif dan dinamis,” ujar Hans, Minggu (10/1) di Senayan, Jakarta Pusat.

Dengan jumlah proporsi penumpang yang begitu besar, Citilink terus berupaya untuk melakukan pengelolaan dan pengembangan market‎ di segmen usia tersebut dengan berbagai upaya, salah satunya yakni semakin memperbanyak sejumlah benefit (keuntungan) bagi penumpang yang loyal.

“Kami optimistis masih bisa ekspansi di kelas ini. Kelompok usia ini minimal dalam sebulan bisa terbang dua kali dengan tujuan usaha atau bisnis. Segmen ini yang akan terus kita pertahankan dan kembangkan agar tidak sampai dicaplok maskapai lain,” cetusnya seperti dikutop beritasatu.

Agar penumpang lama tidak lari dan menambah jumlah penumpang baru, Citilink akan meluncurkan sistem point reward kepada penumpang yang loyal. Ini akan direalisasikan pada semester kedua 2016.

“‎Kami juga akan terus meningkatkan benefit penumpang dengan semakin memperbanyak mitra yang bekerja sama dalam pembayaran tiket maupun belanja melalui e-payment atau e-comercial dengan berbagai diskon,” tambahnya.

Selain itu penjualan tiket dengan harga terjangkau dipadukan dengan paket penginapan dan restoran serta cicilan nol persen di berbagai rute penerbangan yang strategis baik untuk segmen bisnis dan pariwisata juga‎ akan semakin diperbanyak untuk menarik penumpang baru.

“Penerbangan rute domestik masih menjadi perhatian utama kita selain rute regional di Bangkok, Singapura, dan Kualalumpur. Apalagi setelah melonjaknya jumlah penumpang domestik pada 2014 lalu juga terus berlanjut di tahun 2015 dengan peningkatan cukup signifikan,” jelas Hans.

Dikatakannya, jumlah penumpang Citilink di tahun 2015 ‎tercatat ada 10 juta penumpang, atau meningkat 30 persen dibanding jumlah penumpang di 2014 yakni sebesar 7,6 juta penumpang.

“Daripada kita bersaing dengan maskapai sejenis lainnya dengan cara membanting (menurunkan) harga tiket pesawat, Citilink lebih berkonsentrasi meningkatkan pelayanan, terutama dalam ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, serta menjamin kualitas layanan kepada penumpang diimbangi keamanan penerbangan,” tegasnya.

Di tahun 2016, selain menambah delapan buah armada pesawat baru, Citilink juga akan menambah 10 rute baru serta penambahan frekuensi penerbangan di rute-rute yang padat dan banyak permintaan dari penumpang.

‎”Saat kami membuka rute baru, kami melihat traffic tidak hanya dari potensi bisnis saja, tapi juga pariwisata dan keluarga, kami juga memiliki studi terhadap market demand, dan memperhatikan market supply di rute itu sisa berapa, apakah kita bisa masuk ke sana dengan segmen yang kita sasar di atas tadi,” ungkap Hans.

‎Terkait wacana penerbangan malam hari, ia mengaku potensi calon penumpang di jam terbang malam hari juga cukup tinggi. Asalkan ada rotasi yang tepat dan penyesuaian slot penerbangan, maka penerbangan malam hari bisa mengurangi kepadatan penerbangan existing yang selama ini terjadi di Pulau Jawa dan Bali.

“Kebanyakan pebisnis yang maunya check out jam 6 sore atau jam 7 malam‎, melihat potensi ini, kami juga akan mengadakan kerja sama dengan beberapa hotel agar penumpang bisa check in malam hari, dan check out pada malam pula. Memang penerbangan malam ini banyak aspek yang berbeda, namun kita selalu mendengarkan demand dari pelanggan kami,” tutup Hans. (fia).

loading...