Angkasa Pura 2

Bercanda Bilang Bawa Bom, Seorang Perwira Polri Diamankan Di Bandara Sultan Hasanuddin

BandaraSenin, 11 Januari 2016
kemenhub-jangan-pernah-bercanda-soal-bom-2GEgqlYj2D

MAKASSAR (BeritaTrans.com) — Cahyo Widyanto, calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengatakan bahwa dirinya memiliki bom dalam tas bawaannya, ternyata merupakan anggota Puslabfor Polri cabang Polda Bali berpangkat inspektur dua (ipda).

Kepala Polres Maros Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Lafri Prasetyo mengatakan, Cahyo tidak melakukan teror atau ancaman. Menurut Lafri, Cahyo hanya bergurau dengan mengatakan bahwa dirinya membawa bom.

“Jadi, bukan teror atau ancaman bom. Dia hanya bergurau. Pihak Propam Polda Sulselbar sementara memeriksa Cahyo dan meminta keterangannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” katanya seperti dikutip kompas.com.

Meski begitu, kata Lafri, Cahyo tetap diproses secara hukum.

Propam Polda Sulselbar akan merampungkan penyelidikannya dan akan berkoordinasi dengan pihak Propam Polda Bali.

“Kalau proses pemeriksaan dan penyelidikannya sudah rampung, berkasnya akan dilimpahkan ke Polda Bali. Locus hukumnya berada di Polda Bali. Kalaupun Cahyo akan diserahkan ke Polda Bali, kami akan koordinasi dulu,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Cahyo Widiyanto (25), yang tercatat sebagai warga Bunut Wetan RT 002/RW 001, Pakis, Malang, Jawa Timur, diamankan pihak pengamanan bandara dan anggota Polsek Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, karena mengaku membawa bom pada hari Minggu sekitar pukul 15.00 Wita.

Kepala Polsek Bandara Hasanuddin Inspektur Satu (Iptu) Muhammad Djafar menjelaskan, Cahyo bersama dua rekannya hendak pulang ke Denpasar dengan menumpang pesawat Lion Air bernomor penerbangan 645. Saat melalui alat pemindai, Cahyo mengaku membawa bom.

“Cahyo bergurau membawa bom saat diperiksa petugas. Dia pun langsung diamankan. Begitu pula 7 koli barang bawaannya yang telah dimasukkan ke pesawat, (semua) disita. Petugas pun langsung memeriksa kembali semua penumpang dan bagasi pesawat,” katanya.

Muhammad Djafar mengungkapkan, setelah semua barang bawaan Cahyo diperiksa, petugas tidak menemukan bom seperti yang dikatakan. Sebanyak 7 koli barang Cahyo adalah oleh-oleh khas Makassar yang akan dibawa pulang ke Denpasar, Bali.

“Penerbangan sempat tertunda. Tapi usai melalui pemeriksaan, pesawat kembali di terbangkan dengan membawa penumpang. Demikian pula dua teman Cahyo, ikut diterbangkan pulang ke Denpasar. Hanya Cahyo saya tinggal dan akan diproses hukum lebih lanjut di Polres Maros,” tuturnya. (kcm).