Angkasa Pura 2

Cetak 762 Pesawat Tahun 2015, Boeing Ungguli Airbus

KokpitSenin, 11 Januari 2016
articles_200803_Cover_Story-Photo3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Boeing mengamankan posisinya menjadi pembuat pesawat terbesar di dunia setelah memproduksi 762 pesawat tahun lalu.Jumlah ini melebihi perkiraan Boeing sebelumnya bahwa mereka akan memproduksi antara 755 sampai 760 pesawat.

Saingan mereka, Airbus, baru akan mengumumkan produksi pesawat mereka pada Selasa (12/01), tapi diperkirakan tak akan memproduksi lebih dari 629 pesawat yang mereka hasilkan pada 2014.

Meski jumlah pesanan ini memecahkan rekor, namun pesanan baru turun pada paruh pertama tahun lalu.

Maskapai penerbangan, terutama yang berkembang cepat di Timur Tengah dan Asia, melakukan banyak pembelian dalam beberapa tahun terakhir, namun mengurangi pesanan dalam jumlah besar pada 2014.

Pengantaran Boeing di 2015 mengalahkan rekor sebelumnya, yaitu 723 unit pada 2014. Tahun lalu, perusahaan AS itu menyelesaikan 120 pesawat jenis 737 di tiga bulan terakhir tahun lalu, sedikit di bawah target produksi 42 pesawat per bulan.

Boeing sudah meningkatkan produksi rangkaian pesawatnya sebanyak 60% pada lima tahun terakhir.

Produksi 787 Dreamliner, yang sepenuhnya dibangun dengan materi komposit ringan yang mengurangi penggunaan bahan bakar, akan meningkat dari kini 10 unit per bulan menjadi 14 unit pada 2020, kata Boeing.

Menurut Boeing, pesanan pesawat komersil turun menjadi 768 unit tahun lalu dari 1.432 unit pada 2014. Pengamat memperkirakan bahwa Airbus akan mendapat lebih banyak pesanan dari Boeing tahun lalu, pada data yang diluncurkan pekan depan oleh pembuat pesawat Eropa tersebut.

Per 31 Desember, tunggakan pesanan Boeing berada pada 5.795 pesawat, atau lebih dari tujuh setengah tahun produksi pada tingkat sekarang.

Dengan Boeing dan Airbus dan pabrik yang bekerja dengan kapasitas penuh, maskapai ragu untuk membelanjakan miliaran dolar untuk pesawat yang baru akan mereka terima beberapa tahun ke depan.(dna/bbc)

loading...