Angkasa Pura 2

Suprasetyo: Jalur Selatan Bisa Kurangi Kepadatan Penerbangan Utara Jawa

Bandara KokpitKamis, 14 Januari 2016
Suprasetyo

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan jalur utara Pulau Jawa bisa digunakan untuk mengurangi kepadatan penerbangan di utara Pulau Jawa. Hal ini sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo yang menghendaki agar ada pembatasan frekuensi penerbangan di bagian Utara Pulau Jawa.

Presiden menginstruksikan agar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menerapkan flexible use of airspace dan rute-rute baru di selatan Pulau Jawa agar dapat mengurangi kepadatan lalu lintas penerbangan pada jalur penerbangan yang sudah ada.

“Bila (jalur selatan) tidak digunakan untuk penerbangan militer, kita bisa gunakan untuk penerbangan sipil,” kata Suprasetyo di Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Menurutnya, jalur selatan juga memiliki waktu tempuh lebih singkat dibanding jalur utara.

“Jadi, waktunya bisa dipangkas,” katanya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menilai jalur penerbangan utara Jawa masih belum padat.

“Jakarta masih mungkin ditambah, Pak Menteri minta sampai 100 pergerakan,” katanya.

Saat ini, dia menyebutkan, kapasitas Bandara Soekarno-Hatta menampung maksimal 72 pergerakan per jam dengan rata-rata harian 60-65 pergerakan pesawat per jam.

Terkait kebijakan Kemenhub untuk menurunkan frekuensi penerbangan dari 72 pergerakan per jam menjadi 60 per jam, Budi mengatakan, hal itu ditujukan agar jeda kedatangan dan keberangkatan pesawat lebih longgar.

“Agar penerbangan lebih merata ke malam hari dan ‘headway’ (jarak antara peneberbangan) lebih longgar, saya kira perlu diatur agar penerbangan pagi tidak bertumpuk-tumpuk” katanya seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengimbau penerbangan jalur utara Jawa secara bertahap harus dikurangi agar rute yang ada selama ini menjadi efisien.

Selain itu, untuk kelancaran arus dan kapasitas penerbangan, khususnya di Jawa, Bali, dan sekitarnya, serta meningkatkan keselamatan lalu-lintas penerbangan pada rute-rute padat di Jawa-Bali.

“Pengurangan kepadatan jalur utara Pulau Jawa juga penting untuk mengoptimalkan operasional penerbangan alternatif jika terjadi letusan gunung berapi dan juga untuk mengurangi emisi CO2,” tutur Presiden Jokowi sebagaimana dikutip Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam siaran pers. (aliy)