Angkasa Pura 2

Calon Penumpang Batik Air Ngaku Bawa Bom di Bandara Kualanamu

Bandara KokpitSenin, 18 Januari 2016
hqdefault

DELISERDANG (BeritaTrans.com) – Seorang pria berinisial A (61) warga Medan Marelan, Kota Medan, bikin ulah. Calon penumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID7014 itu mengaku membawa bom saat cek-in di Bandara Kualanamu, Senjn (18/1/2016).

Calon penumpang pesawat tujuan Bandara Soekarno – Hatta tersebut diamankan petugas keamanan bandara (Aviation Security/Avsec) Bandara Kualanamu karena mengaku kotak kue bika ambon yang dibawanya berisi bom saat melintasi security check point bandara.

“Dia mengaku membawa bom di kotak kue bika ambon yang dibawanya. Kita belum tahu apakah dia sengaja atau tidak menyebutkan itu. Yang pasti untuk keamanan, beliau kita gelandang ke pos keamanan,” ujar Plt Manager Humas dan Protokoler Bandara Internasional ‎Kualanamu, Deliserdang, Wisnu Budi Setianto, Senin (18/1/2016).

Wisnu menyebutkan, saat diperiksa dari barang bawaan pria tersebut tidak ditemukan bom atau benda berbahaya lainnya.

“Tapi dia tetap tidak bisa terbang dan harus kita serahkan ke polisi untuk pemeriksaan,” tegas Wisnuseperti dikutip okezone.com.

Untuk diketahui, kejadian penumpang yang mengaku membawa bom sudah sekian kalinya terjadi Bandara Kualanamu.

Dua hari sebelumnya atau pada Sabtu 16 Januari seorang pria berinisial ST (41), warga Pematang Siantar, yang membuat ulah. Calon penumpang pesawat AirAsia nomor penerbangan AK122 tujuan Kuala Lumpur Malaysia itu harus diamankan dan diproses karena menyebut barang bawaannya adalah bom.

Lalu sebelumnya, pada Selasa 12 Januari petugas Avsec Bandara Kualanamu juga mengamankan SR (52) seorang warga Tebing Tinggi. Calon penumpang AirAsia AK 298 tujuan Penang ini juga mengaku membawa bom. Setelah diperiksa, tasnya hanya berisi makanan roti dan minuman.

“Kita berharap masyarakat tidak lagi melakukan perbuatan ini yang dapat dipidana dengan Pasal 437 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara,” tandasnya. (aisha).