Angkasa Pura 2

Indonesia Harus Belajar Dari Pengalaman Berbagai Negara Membangun KEK

Another NewsSenin, 18 Januari 2016
Suasana aktivitas ekpor impor barang di kawasan Jakarta International Container Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/1).

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pada 5 November 2015 yang lalu, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan yang ditujukan untuk mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satu manfaat yang diharapkan dengan dikeluarkannya paket kebijakan keenam ini.

“Sejumlah paket kebijakan lainnya tahun lalu, adalah terdongkraknya kinerja sektor industri nasional, sehingga pada gilirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang mengalami perlambatan,” kata Direktur Riset CORE Indonesia Dr. Muhammad Faisal di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, KEK memang seringkali diposisikan sebagai mesin pertumbuhan sektor Industri oleh banyak negara berkembang lainnya, baik untuk tujuan promosi ekspor, menyerap tenaga kerja, mendorong masuknya investasi asing maupun domestik, pembangunan regional, meningkatkan pendapatan negara atas pajak, dsb.

“Berdasarkan data dari UNIDO, pada tahun 2015, terdapat sekitar 4.500 KEK di 140 negara yang memperkerjakan hampir 66 juta penduduk dunia. Di kawasan ASEAN sendiri terdapat 84 KEK yang beroperasi di 10 negara. Masing-masing KEK tersebut menawarkan berbagai macam insentif untuk menarik investasi dan bahkan telah terjadi persaingan “race of the bottom” dimana terjadi perang insentif antar negara,” jelas Faisal lagi.

Data CORE Indonesia menyebutkan, Vietnam merupakan contoh terkini sebagai negara yang mampu menarik investasi besar asing dengan insentif yang ditawarkan melalui KEK yang dikembangkannya.

“Namun demikian, berbagai pengalaman negara-negara di dunia juga menunjukkan bahwa tidak semua KEK mencapai keberhasilan. Bahkan tidak sedikit KEK yang akhirnya gagal berkembang,” kilah Faisal.

Oleh karena itu, tambah dia, Tim Ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK perlu mengkaji lebih mendalam, guna mengambil hikmah guna membangun KEK di Tanah Air. “Indonesia harus bisa belajar dari pengalaman berbagai negara dalam membangun dan mengembangkan KEK. Ke depan, KEK harus memberikan manfaat optimal bagi ekonomi rakyat dan daya beli mereka juga,” tegas Faisal.(helmi)

loading...