Angkasa Pura 2

Kolaborasi Lagu Klasik Dan Modern

Gambang Sworo Angkoso, Grup Karawitan Kebanggaan Taruna ATKP Surabaya

SDMKamis, 21 Januari 2016
Karawitan ATKP

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Grup Karawitan Akademik Teknik Dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Gambang Sworo Angkoso, tampil mempesona disela-sela pelantikan taruna dan peresmian tiga proyek fisik di kampus sekolah transportasi di Kota Pahlawan itu.

Di tengah booming musik dan lagu-lagu modern di kalangan anak muda, taruna ATKP Surabaya justru peduli pada kesenian Jawa klasik itu. Mereka justru mampu berkolaborasi dan menampilkan lagu-lagu Jawa klasik dengan pop modern yang ditampilkan secara menarik.

Kampus ATKP Surabaya selain mendidik dan melatih taruna menjadi personel penerbangan juga mengembangan bakat dan kemampuan taruna di bidang seni dan olah raga di dalam kampus. Taruna yang tergabung dalam Grup Karawitan Sworo Angkoso yang memainkan lagu-lagu Jawa klasik dan lagu modern dalam satu panggung.

Dengan kekuatan inti delapan personel, taruna dan taruni ATKP Surabaya, mereka tampil menghibur tamu undangan. Rombongan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si dan istri serta Kepala UPT dari berbagai daerah di Tanah Air.

Grup Karawitan Gambang Sworo Angkoso ATKP Surabaya berdiri 14 Januari 2015. Klub ini, beranggotakan taruna-taruni ATKP Surabaya, dari tingkat I, II dan III itu. Karawitan ini merupakan salah satu kegiatan ekstrakrukuler (ekskul) taruna transportasi di Kota Pahlawan itu.

“Grup Karawitan Gambang Sworo Angkoso ini dibawah binaan Direktur ATKP Surabaya Ir. Setiyo, MM serta Kabag Umum ATKP Slamet Hariyadi. Kami latihan tiga kali semunggu, yaitu Senin, Rabu dan Jumat, malam setelah jam makan malam,” kata Koordinator Karawitan Gambang Sworo Angkoso, Imron Wahyudi dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com di Surabaya, Rabu (20/1/2016).

Untuk sementara, Grup karawitan ini baru tampil di berbagai acara internal ATKP Surabaya. Grup ini melibatkan seluruh taruna, bahkan dosen dan instruktur di ATKP Surabaya. “Grup Karawitan ini selain melestarikan budaya Jawa, mulai berkolaborasi dengan kesenian modern. Jadi, kalau tampil bukan hanya lagu-lagu Jawa klasik, tapi juga lagu-lagu termasuk pop modern,” jelas Imron.

Menurutnya, kolaborasi antara kesenian Jawa klasik dengan lagu-lagu modern dimaksudkan agar penonton atau pendengar tidak bosan. “Kami tampil dengan lagu-lagu Jawa klasik seperti Walang Kekek, Ojo Dipleroi, Perahu Layar dan lainnya. Tapi, klub karawitan ini juga mampu mengiringi lagu-lagu pop modern,” jelas Imron.

Sementara, penyanyi yang tampil bukan hanya taruna ATKP Surabaya, seperti Septi dan lainnya. Ada pula dosen dan instruktur ATKP Surabaya yang menjadi penyanyi ini Klub arawitan Gambang Sworo Angkoso, yaitu Bapak Aris Wijanarko (Dosen Bahasa Inggris) dan Bapak Prasetyo yang juga Pembina Gambang Sworo Angkoso.

Imron ATKP

Karyawan Batam Aero Teknik

Imron Wahyudi, koordinator dan personel inti Gambang Sworo Angkoso adalah taruna ATKP Surabaya jurusan Teknik Pesawat Udara (TPU). Kini, ia adalah taruna madya, tingkat II di Kampus ATKP Jemur, Surabaya, Jawa Timur itu.

Di sisi lain, pria kelahiran Solo Baru, Sukoharjo Jawa Tengah itu adalah karyawan PT Batam Aeroteknik, anak perusahaan Lion Air Grups, yang tugas belajar di ATKP Surabaya. Imron adalah taruna alumni SMK Penerbangan Surakarta itu.

“Saya taruna di ATKP Surabaya, yang berasal dari karyawan PT Batam Aero Teknik. Setelah selesai menempuh pendidikan di ATKP Surabaya, harus kembali ke Batam untuk bekerja seperti biasa, “ papar Imron.

Oleh karena itu, tambah dia, kita harus belajar dengan baik dan langsung dipantau dari kantor pusat di Batam. “Setelah setelah menemuh pendidikan di ATKP, maka harus kembali dan langsung bekerja di Batam Aero Teknik,” tegas Imrom.(helmi)