Angkasa Pura 2

Arif Wibowo Bilang, Tiga Faktor Menangkan Persaingan ASEAN Open Sky

KokpitSabtu, 23 Januari 2016
Arir_Wibowo

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa dalam menghadapi dan memenangkan persaingan ASEAN Open Sky yang terpenting adalah sinergi antara industri penerbangan, perguruan tinggi, dan pemerintah.

“Golden traingle sinergy antara tiga faktor penentu dalam membangun kekuatan daya saing yaitu,  perusahaan penerbangan, kalangan perguruan tingi dan pemerintah mutlak diperlukan untuk bisa merebut peluang yang tercipta akibat liberalisasi kawasan tersebut,” kata Arif Wibowo melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Jumat (21/1/2016).
 
Arif Wibowo yang juga Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mengatakan, saat ini sebetulnya sudah berada dalam kondisi Open Sky sehingga perlu mengetahui tantangan dan peluang yang ada. Tantangan  yang terjadi adalah munculnya persaingan yang semakin ketat, kesiapan infrastruktur penerbangan dan juga persoalan standar keselamat penerbangan yang belum merata.

Sedangkan peluang yang ada adalah  membangun daya saing,  terciptanya perluasan rute-rute dan konektivitas di antara negara-negara ASEAN, dan pertumbuhan pasar di kawasan.

Menurut Arif, pertumbuhan pasar ASEAN tahun 2012 mencatat sedikitnya ada 88,8 juta penumpang yang melakukan perjalanan udara. Pada 2013 meningkat menjadi 99,2 juta penumpang yang menunjukkan pertumbuhan 11,73 persen. (aliy)