Angkasa Pura 2

Arus Petikemas Melalui JICT 2015 Turun

DermagaSabtu, 23 Januari 2016

JAKARTA(beritatrans.com)- Arus petikemas ekspor dan impor melalui terminal petikemas Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok sepanjang tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 133.722 twenty foot equivalent units (TEUs) atau sekitar 5,6 persen.

Dani Rusli Utama , Dirut PT JICT menginformasikan melalui WhatsApp kemarin , arus petikemas tahun 2015 tercatat 2.222.182 TEUs meliputi petikemas impor ( memuat barang impor )1.150.905 TEUs dan ekspor 1.071.277 TEUs.

Sementara tahun 2014 total arus petikemas melalui JICT tercatat 2.355.904 TEUs meliputi petikemas memuat barang impor 1.216.540 TEUs dan ekspor 1.139.364.TEUs.

PT JICT perusahaan patungan antara Pelindo II dan Hutchison Port Holding ( HPH) Hongkong dilengkapi fasilitas berupa dermaga sepanjamg 1.640 meter, lebar 265 hingga 349 meter dengan kedalaman -11-14 meter.

Selain itu didukung lapangan penumpukan kontainer seluas 45,50 ha dengan kapasitas 39.884 TEUs, ground slot 10.560 dan reefer (alat pendingin dalam kontainer ) 546 plug.

Peralatan bongkar muat kontainer meliputi quay crane container (QCC) 16 unit, rubber tyred gantry crane (RTG) 63 unit, head truck 128 unit, chassis/trailer 128 unit, forklift 15 unit, reach stacker 4 unit dan side loader 6 unit.

Menurut catatan beritatrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans arus petikemas melalui terminal container di Pelabuhan Tanjung Priok yang dioperasikan oleh anak perusahaan dan perusahaan berafiliasi dengan Pelindo II pada tahun 2015 hanya terminal petikemas TPK Koja yang mengalami kenaikan sebesar 102.930 TEUs atau 11,7 persen. Sementara PTJICT dan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) mengalami penurunan 5,6 persen dan 19 persen lebih.

PT JICT belakangan ini sering menghiasi pemberitaan media massa karena Serikat Pekerjanya menolak kebijakan Dirut PT Pelindo II saat itu RJ Lino memperpanjang kontrak pengoperasian JICT dengan HPH. Serikat pekerja menilai JICT sebagai aset nasionnal lebih menguntungkan dikelola bangsa sendiri.
(wilam)

loading...