Angkasa Pura 2

Kemenhub Turunkan 5 Persen Tarif Batas Atas Pesawat

KokpitSenin, 25 Januari 2016
2016-01-25 11.19.17

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan batas atas tarif pesawat kelas ekonomi sebesar 5%. Penurunan ini berbasis kepada penurunan harga BBM.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo menuturkan, penurunan tarif tersebut saat ini sedang disahkan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan akan diatur dalam peraturan menteri (Permen) yang telah diundangkan.

“Berlaku satu bulan setelah disahkan,” kata Suprasetyo, seperti dikutip bisnis, kemarin.

Dia menambahkan, kemungkinan batas atas tarif baru pesawat kelas ekonomi dapat berlaku pada akhir Februari tahun ini.

Besaran penurunan tarif tersebut, dia menuturkan, sudah memperhitungkan volatilitas nilai tukar rupiah – termasuk ketika dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Turunnya batas atas tarif pesawat kelas ekonomi tersebut membuat batas bawah juga ikut turun. Batas bawah tarif pesawat adalah 30% dari batas atas baru.

2016-01-23 09.22.05

Menghadapi penurunan tarif tiket yang dilakukan pemerintah, Chairman of CSE Aviation Commisioner Chappy Hakim menuturkan, saat ini industri penerbangan Indonesia dihadapkan pada naik dan turunnya harga minyak.

Dia menekankan bahwa bahan bakar merupakan komponen terbesar dalam biaya operasional pesawat.

Oleh karena itu, volatilitas harga bahan bakar yang sedang terjadi saat ini dapat berpengaruh terhadap maskapai-maskapai yang ada di dalam negeri.

Sementara itu, industri juga harus berhadapan dengan naik dan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dia mengingatkan, transaksi pembelian dan penyewaan yang dilakukan oleh maskapai menggunakan dolar AS.

“Mungkin lebih bagus lepas saja. Tarif itu biar bebas aja,” katanya.

Dia menambahkan, pada saat ini kompetisi antara maskapai sudah jelas. Oleh karena itu, yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan mengawasinya saja.

Menurutnya, biarkan maskapai menentukan tarif untuk memperoleh konsumennya masing-masing sesuai dengan komponen-komponen yang memengaruhinya.

Saat ini, dia berpendapat, adanya batas atas dan batas bawah tarif dapat memicu kegaduhan. “Dikira begini dan begitu, jadi untuk mengurangi persepsi masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, biarkan para maskapai berhadapan dengan dua varian yang selalu berubah tersebut, harga bahan bakar dan dolar AS.

Penurunan tarif bahan bakar berbarengan dengan menguatnya dolar Paman Sam sebenarnya bisa saja menjadi insentif bagi perusahaan. Namun, semua tergantung pada kebijakan maskapai bersangkutan, seperti apa hitung-hitungannya.

Adapun pengaruhnya terhadap jumlah penumpang, dia mengungkapkan, secara logika seharusnya membuat penumpang pesawat bertambah.

Namun, pada kenyatannya – terutama untuk jarak-jarak tertentu – masyarakat memiliki pertimbangan lain.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut seperti kondisi jalan raya dan seberapa mendesak sehingga masyarakat harus menggunakan pesawat.

Menurutnya, jalan tol yang sudah bagus ke Bandung membuat orang dapat memilih menggunakan moda transportasi lainnya.

“ mau rileks, jalan-jalan gak perlu buru-buru,” dia menambahkan. (via).

loading...