Angkasa Pura 2

Balitbanghub Segera Lakukan Survey ATTN 2016

LitbangRabu, 27 Januari 2016
Elly_Sinaga_beritatrans.com

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) segera melakukan survey Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) tahun 2016 pada April atau Maret mendatang. Sedangkan pelaksanaan sosialisasinya akan mulai dilakukan pada Februari 2016 seiring dengan Rapat Koordinator Teknis (Rakornis) Balitbanghub.

“Betul, kami akan segera melakukan survey ATTN 2016. Sosialisasinya nanti pas berbarengan dengan Rakornis yang dilakukan sekitar pertengahan bulan Februari mendatang,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan DR. Elly Adriani Sinaga, M.Sc, kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Elly mengatakan, survey ATTN ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi serta pola pergerakan penumpang dan barang, baik untuk tingkat nasional maupun lokal. “Hasil survey ini nantinya menjadi dasar dalam upaya pemerintah menyediakan atau membangun infrastruktur transportasi,” kata Elly.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda Ir. Zulfikri, M.Sc, DEA. Mengatakan, survey ATTN tahun 2016 ini merupakan periode yang kelima dari survey sejenis yang dilakukan oleh Balitbanghub. Periode survey ATTN pertama dilakukan pada tahun 1995/1996, periode kedua tahun 2001, periode ketiga tahun 2006, dan periode keempat tahun 2011.

“Survey ATTN pada periode kelima ini mengalami perubahan metode survey yang sangat mendasar, yakni akan menggunakan metode big data. Metode ini telah banyak dilakukan oleh negara-negara lain dan hasilnya lebih lengkap juga akurat,” kata Zulfikri.

Menurut Zulkfikri, pada survey-survey ATTN terdahulu metode yang dilakukan adalah random sampling dengan sistem wawancara langsung kepada para penumpang dan sopir angkutan barang. Dalam metode survey tersebut Balitbanghub menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ). Sebab, dua instansi ini memiliki kewenangan untuk memberhentikan kendaraan di jalan raya.

“Survey terhadap penumpang, kami tanyakan langsung kepada penumpang angkutan umum satu per satu terkait dari mana dan mau ke mana tujuan perjalanan mereka. Sedangkan survey terhadap barang dilakukan terhadap para pengemudi angkutan barang dengan pertanyaan serupa,” katanya.

Sedangkan dengan metode yang rencananya akan dilakukan dalam kegiatan survey terbaru tersebut, para petugas survey Balitbanghub tidak lagi harus turun ke jalan-jalan raya dan menghentikan kendaraan di tengah perjalanan. Balitbanghub akan lebih banyak menggunakan data telepon seluler yang terdapat di setiap provider telepon seluler di Indonesia. Dengan metode seperti ini pola pergerakan penumpang dapat diketahui secara real time dan sepanjang tahun.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia,” kata Zulfikri.

Bila metode big data ini jadi dilakukan, kata Zulfikri, maka pelaksanaan survey pun tidak lagi sama dengan periode-periode survey ATTN sebelumnya yang menyatukan antara survey pergerakan penumpang dengan survey pergerakan barang.

“Tahun ini kami akan melakukan survey terhadap pergerakan barang terlebih dahulu. Sedangkan survey pola pergerakan penumpang akan dilakukan tahun 2017 mendatang,” tuturnya.

Survey pergerakan barang nantinya tidak lagi ditujukan kepada para pengemudi yang mengangkut barang, melainkan langsung kepada para pemilik barang, baik kepada produsen yang terdiri dari perusahaan atau pabrik pembuat barang maupun bertanya kepada non produsen seperti agen perjalanan dan pelaku jasa logistik.

“Para pengemudi kan rata-rata mereka tidak tahu dari mana dan ke mana tujuan barang-barang yang dibawanya itu. Sehingga hasilnya sering kali kurang akurat. Tetapi dengan metode survey baru yang kami namakan metode commodity flow survey, kami dapat mengetehui sejak pertama kali barang tersebut diangkut hingga barang itu diturunkan di tujuan akhir,” kata Zulfikri. (aliy)