Angkasa Pura 2

Kepala KPU Bea dan Cukai Priok Ingatkan PPJK: Hati Hati Pilih Importir dan Eksportir

DermagaRabu, 27 Januari 2016
dirjen bea cukai

JAKARTA(beritatrans.com) Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Pelabuhan Tanjung Priok , Fadjar Doni mengingatkan
Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) agar hati hati dalam memilih eksportir mau pun importir .

“Jangan sampai menangani barang milik importir/eksportir nakal. Karena saat dilakukan penindakan jika importir atau eksportirnya menghilang, semua biaya akan dibebankan pada PPJK sekaligus kegiatannya akan kita blokir,” kata Fadjar Doni di Jakkarta ,Rabu (27/1/2016).

Berbicara dalam diskusi panel yang diselenggarakan DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Fadjar mengatakan sudah banyak PPJK kita blokir kegiatannya karena berkolaborasi dengan eksportir/importir nakal.

“Kita tidak main main. Dalam kasus ekspor pasir ilegal baru baru ini seorang pimpinan PPJK dan oknum surveyor kita jadikan tersangka bahkan anggota sebuah organisasi masyarakat yang berupaya menghalangi petugas Bea dan Cukai kita lapor ke polisi dan kini juga sudah jadi tersangka,” katanya.

Dia juga mengatakan kalau menemukan petugas bea dan cukai yang memaksa minta uang aggar segera dilaporkan ke KPU BC Tanjung Priok pasti kita tindak.

“Sejumlah petugas BC yang nakal sudah kita tindak bahkan beberapa di antaranya diusulkan kepada pimpinan untuk diberhentikan , ” ujar Fadjar Doni.

Sementara itu, Ketua Umum DPW ALFI DKI Jakarta , Widiyanto mengeluhkan perusahaan forwarder/logistik sekarang ini dikenakan berbagai macam pajak penghasilan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 141 Tahun 2015.

ALFI sangat keberatan dibebani berbagai macam pajak jasa. Selain pajak forwarder 2% masih dikenakan pajak logistik, pajak pengepakan , pajak bongkar muat barang dan lain lain masing masing 2%, kata Widiyanto. (wilam)

loading...