Angkasa Pura 2

Pembahasan Upah TKBM Pelabuhan Tanjung Priok 2016 Menemui Jalan Buntu

DermagaRabu, 3 Februari 2016
ilustrasi-uang-rupiah-1

JAKARTA(beritatrans.com)- Pembahasan upah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2016 menemui jalan buntu.

Pasalnya, TKBM mengusulkan kenaikan upah antara 18-19%, sementara Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) hanya menyanggupi kenaikan 5 % saja.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP APBMI, H.Sodik Hardjono usai menggelar rapat dengan pengurus Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) di kantornya Tanjung Priok, Rabu (3/2/2016) sore.

Menurut Sodik, STKBM mengusulkan upah untuk tahun ini naik dari Rp150.571 menjadi sekitar Rp 178.000 atau naik sekitar Rp27.000 lebih /TKBM/Shift.

Sementara APBMI hanya sanggup menaikkan upah dari Rp 150.571 menjadi Rp 158.000 /TKBM/Shift (8 jam kerja) atau hanya naik sekitar Rp8.000.

Sodik mengatakan anggotanya (Perusahaan Bongkar Muat ) di Pelabuhan Tanjung Priok belum bisa mengabulkan usul TKBM karena beban PBM cukup berat.
Selain bayar upah buruh, PBM juga harus membayar dana kesejahteraan yang lazim disebut HIK ke Koperasi TKBM.

Riciannya dana kesejahteraan sebesar Rp 15.167 /TKBM/Shift , uang jaminan sosial Rp 14.093 /TKBM/Shift , adminstrasi koperasi Rp 13.487/TKBM/Shift, uang rasionalisasi Rp 1000 /TKBM/Shift atau total menjadi Rp 43.747/TKBM/Shift .

“Jadi setiap PBM ‘anvragh’ atau mengajukan permintaan menggunakan tenaga buruh 1 regu (12 orang) PBM bayar Rp 524.973 ke koperasi. Di sisi lain 40 persen dari jasa bongkar muat yang diperoleh PBM juga harus disetor ke Pelindo II Cabang Tanjung Ptiok sebagai dana ‘sharing” , tegas Sodik.

Pembahasan kenaikan upah TKBM ini sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan oleh Koperasi TKBM dengan DPW APBMI DKI, tapi tidak mencapai titik temu. Rabu kemarin dibahas di DPP APBMI juga tetap tidak mencapai kesepakatan. Saat ini terdapat 2.600 TKBM di Pelabuhan Tanjung Priok. (wilam)

loading...