Angkasa Pura 2

Angkut 65 Penumpang, Kapal Kayu Tenggelam Di Natuna

DermagaMinggu, 7 Februari 2016
Mediterranean-boat-disaster_thumb1

NATUNA (BeritaTrans.com) – Satu kapal laut sarat penumpang mengalami kecelakaan di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu 6 Februari 2016. Kapal itu diketahui tengah mengangkut 65 orang penumpang. Akibat peristiwa tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Menurut Kapolres Natuna, AKBP Amazona Pelamonia, peristiwa itu terjadi karena kapal kayu dengan beban penuh itu dihantam ombak setinggi empat meter.

“Kapal KM Bahari tersebut merupakan angkutan satu-satunya yang melayani antarpulau dari Desa Seluan, Kabupaten Natuna, ke Pulau Sedanau. Kapal itu kelebihan muatan, sehingga tenggelam,” kata Amazona saat diwawancarai tvOne, Minggu 7 Februari 2016.

Ia menjelaskan, kapal itu tenggelam di tengah antara Pulau Seluan dan Sedanau. Dipastikan, kapal tenggelam itu baru satu jam melakukan perjalanan.

“Sebelum tenggelam, banyak penumpang berloncatan, kemudian melaporkan kepada nelayan-nelayan di sekitar, sehingga cepat dilakukan pertolongan. Namun, tiga korban tewas yang kami temukan merupakan ibu-ibu lanjut usia. Empat penumpang yang masih hilang juga merupakan anak-anak,” kata dia.

Kapal angkutan itu, disebutkan Amazon, hanya merupakan kapal kayu biasa. Sehingga, langsung oleng ketika dihantam ombak dengan ketinggian empat meter.

Kapal Kayu Angkut 65 Orang Tenggelam di NatunaRendra SaputraMinggu, 7 Februari 2016, 06:58 WIB

VIVA.co.id - Sebuah kapal laut sarat penumpang mengalami kecelakaan di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu 6 Februari 2016. Kapal itu diketahui tengah mengangkut 65 orang penumpang. Akibat peristiwa tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Menurut Kapolres Natuna, AKBP Amazona Pelamonia, peristiwa itu terjadi karena kapal kayu dengan beban penuh itu dihantam ombak setinggi empat meter.

“Kapal KM Bahari tersebut merupakan angkutan satu-satunya yang melayani antarpulau dari Desa Seluan, Kabupaten Natuna, ke Pulau Sedanau. Kapal itu kelebihan muatan, sehingga tenggelam,” kata Amazona saat diwawancarai tvOne, Minggu 7 Februari 2016.

Ia menjelaskan, kapal itu tenggelam di tengah antara Pulau Seluan dan Sedanau. Dipastikan, kapal tenggelam itu baru satu jam melakukan perjalanan.

“Sebelum tenggelam, banyak penumpang berloncatan, kemudian melaporkan kepada nelayan-nelayan di sekitar, sehingga cepat dilakukan pertolongan. Namun, tiga korban tewas yang kami temukan merupakan ibu-ibu lanjut usia. Empat penumpang yang masih hilang juga merupakan anak-anak,” kata dia.

Kapal angkutan itu, disebutkan Amazon, hanya merupakan kapal kayu biasa. Sehingga, langsung oleng ketika dihantam ombak dengan ketinggian empat meter.

Lagi, Satu WNI Korban Kapal Tenggelam Malaysia Diketahui

“Kapal itu memang sering diandalkan warga untuk moda transportasi mereka. Kapal itu sering dipakai angkut sembako, angkut motor, orang, hingga bahan bangunan. Cuma satu-satunya yang melayani rute itu,” kata dia.

Sementara itu, hingga kini aparat gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap para korban hilang. Pencarian melibatkan banyak unsur, seperti Pol Air, Basarnas, hingga nelayan setempat. Cuaca di sekitar lokasi saat ini diketahui sangat buruk, sehingga tak menguntungkan buat tim evakuasi dan nelayan setempat.

“Posko sudah dibuat di dekat lokasi. Kami akan fokus melakukan pencarian, semoga cuaca hari ini mendukung untuk melakukan evakuasi,” kata dia. (viva).