Angkasa Pura 2

Capt. Muhisi: Pelni Layani Warga Dan Bidik Wisatawan Ke Pulau Seribu

Dermaga SDMSelasa, 9 Februari 2016
IMG_20160128_165451

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Pelni membidik penumpang wisatawan terutama ke Kepulauan Seribu, Jakarta. Wilayah Jakarta di Teluk Jakarta itu mempunyai banyak objek wisata bahari yang potensial dijual kepada wisatawan.

“Pelni mendapatkan penugasan untuk mengoperasikan KM Sabuk Nusantara 46, dengan rute Pelabuhan Sunda Kelapa-Kepulauan Seribu, Jakarta pergi pulang (PP),” kata Senior Manager Operasi Pelni Capt.Muhini menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Menurutnya, kapal tersebut mampu mengangkut lebih dari 200 penumpang dan anak buah kapal (ABK). Jadi, cukup untuk melayani warga pulau serta wisatawan tujuan Pelau Seribu. “Selain itu juga barang atau bagasi maksimal 1 ton,” jelas Muhisi.

Menurutnya KM Sabuk Nusantara 46 merupakan kapal perintis bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk warga DKI Jakarta khususnya Kepulauan Seribu.

“Namun selain unrtuk melayani angkutan warga, KM Sabuk Nusantara 46 itu juga bisa melayani wisatawan baik lokal atau asing. Oleh karena itu, kapal ini dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa Sabtu pagi dan pulang kembali ke Jakata Minggu sore,” jelas Muhisi lagi.

Sesuai jadwal, kapal perintis itu akan melayani pelayaran ke Kepulauan Seribu tiga kali seminggu. Tapi, jika animo msyarakat tinggi bisa saja ditambah.

“Kapal perintis dan disubsidi negara, tarif ke Pulau Seribu dipatok Rp15.000 per orang. Nilainya, jauh lebih murah dibandingkan naik speed boat atau ojek kapal. Dan yang pasti, jaminan keselamatannya lebih tinggi,” kilah nakhoda senior itu lagi.

Kapal Bisa Ditambah

“Sebelumnya, Menhub Jonan menjanjikan sekitar September atau Oktober 2016, kalau masyarakat membutuhkan bisa ditambah satu kapal lagi,” sebut Muhisi dengan mengutip Menhub.

Dengan berangkat ke pulau Sabtu atau akhir pekan, biasanya banyak wisatawan yang berlibur ke Pulau Seribu. “Mereka itu bisa menjadi penumpang potensial, selain melayani warga Pulau Seribu sendiri,” papar Muhisi.

Kapal Sabuk Nusantara 46 tersebut, lanjut dia, akan melayani empat kelurahan utama di Kepulauan Seribu, yaitu Kelurahan Untung Jawa, Kelurahan Pulau Pramuka, Kelurahan Pulang Panggang dan Kelurahan Pulau Kepala.

“Perjalanan kapal karena harus singgah-singgah, dibutuhkan waktu sampai 9 jam untuk sampai Pulau Kelapa. Tapi itu memang ruta yang ditugaskan negara dan disubdisi dari APBN. Jadi, semua kelurahan itu harus disinggahi,” terang Muhisi.

Padahal, urai dia, dengan asumsi kecepatan kapal rata-rata 12 knot, jika tidak singgah hanya butuh empat jam untuk sampai Pulau Kelapa. Jika didorong angin dan ombak dari belakang, tentu lebih cepat lagi.

“Tapi inilah tugas negara. Selain mencari penumpang, kapal itu harus mengabdi untuk melayani warga masyarakat sampai pelosok seperti di Kepulauan Seribu. Ini tugas dan fungsi negara yang ditugaskan kepada Pelni,” tegas Muhisi.(helmi)

loading...