Angkasa Pura 2

Karena Muslim & Berjenggot, Seorang Pria Bersama Istrinya Diminta Turun Dari Pesawat Di Manchester

KokpitKamis, 11 Februari 2016
NTI_ALI_BEARD_ROW_02.jpg

MANCHESTER (BeritaTrans.com) – Ahmed Ali belum pernah berbulan madu selepas menikah hingga istrinya hamil.

Ketika kesempatan untuk honeymoon datang, mereka merencanakan pergi ke Maroko. Namun ternyata bulan madu yang direncanakan sejak lama dan dipersiapkan dengan matang itu justru menjadi hari amat mengesalkan.

Seperti dilansir dailymail.co.uk, Rabu (10/2/2016), Ahmed bersama istrinya yang sedang mengandung sudah berada di dalam pesawat Thomson Airlines di Bandara Manchester, Inggris. Selain mengobrol, mereka juga mengisi waktu menunggu keberangkatan pesawat dengan menonton video yang merupakan salah satu fasilitas penerbangan di maskapai tersebut.

Belum juga pintu pesawat ditutup, seorang staf maskapai menghampiri dan menyampaikan pemberitahuan agar Ahmed Ali dan istrinya turun dari pesawat. Karuan saja, keduanya mempertanyakan alasan permintaan tersebut. Oleh petugas tadi disebutkan bahwa ada petugas kepolisian menunggu di bawah tangga pesawat.

Suami istri warga Derby, Inggris, itu lalu beranjak dari kursi. Mereka berjalan menuju pintu pesawat di antara tatapan keheranan ratusan penumpang lainnya.

Benar saja, di bawah tangga pesawat sudah ada sejumlah petugas kepolisian. Ahmed mempertanyakan kenapa polisi menjemput dirinya dan istrinya. Jawaban petugas kepolisian amat mencengangkan, tindakan polisi di bawah amanat Undang – Undang Terorisme.

Ahmed dan istrinya tidak dibawa ke terminal, tetapi ke markas kepolisian Manchester. Mereka diinterogasi selama beberapa jam sebelum diizinkan pulang. Dan pesawat yang hendak mengangkut mereka pun sudah terbang ke Maroko.

Gagalnya kepergian bersama istrinya untuk berbulan madu di Marakesh, Maroko, membuat Ahmed Ali kesal bukan main. “Tidak terbantahkan lagi bahwa saya diperlakukan seperti ini karena dan saya muslim dan berjenggot,” ujarnya.

Dia mengemukakan interogasi dirinya sebelum naik pesawat seperti itu bukan kali pertama. Sudah 20 kali dalam dua tahun terakhir. Hanya saja peristiwa kemarin tersebut untuk kali pertama menyebabkan dirinya gagal terbang.

Ahmed Ali merupakan pebisnis yang sering melalukan perjalanan ke Eropa dan Asia untuk keperluan perusahannya. Pengusaha properti ini merupakan anak dari pengusaha miliuner, Zamir, 59, yang juga merupakan warga Inggris.

Perlakuan diskriminatif dan rasialis pemerintah Inggris terhadap umat Islam seperti itu, dia menilainya sebagai tindak salah. Karenanya, Ahmed Ali menyamakan Perdana Inggris David Cameron dengan Hitler yang membunuh begitu banyak orang Yahudi. (awe).

loading...